Oketrends.com – Lagu Sunda klasik Oncom Gondrong kembali menarik perhatian publik setelah viral di TikTok dan berbagai platform media sosial. Lagu yang populer sejak era 1980-an ini menghadirkan lirik jenaka tentang kehidupan pedagang gorengan. Selain itu, iramanya yang khas membuat lagu tersebut mudah menarik perhatian pendengar lintas generasi. Kini, popularitasnya bahkan merambah tribun sepak bola melalui chant suporter PERSIB Bandung.
Lagu ini awalnya dirilis pada 11 Mei 1987 oleh penyanyi pop Sunda legendaris, Bungsu Bandung atau Hj. Mimi Setiawati. Mang Memed bersama Mimi menciptakan lagu yang mengangkat kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda tersebut. Namun, generasi muda kini mengenalnya melalui potongan lirik unik yang sering muncul di halaman rekomendasi TikTok atau FYP. Karena itu, lagu lawas ini kembali mendapatkan tempat di tengah tren musik digital.
Lirik Jenaka yang Mengangkat Kehidupan Pedagang
Salah satu daya tarik Oncom Gondrong terletak pada liriknya yang ringan dan menghibur. Lagu bergenre pop Sunda ini menceritakan pedagang gorengan keliling yang menjajakan oncom, bala-bala, ampyang, hingga goreng dage. Melalui kisah tersebut, penciptanya menggambarkan realitas kehidupan masyarakat kecil dengan sentuhan humor. Selain menghibur, liriknya juga menyindir perbedaan nasib pedagang harian dan pegawai kantoran.
Pedagang kecil mengandalkan hasil penjualan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu, pegawai kantoran umumnya menerima gaji bulanan secara rutin. Perbandingan tersebut menghadirkan gambaran sederhana tentang perbedaan penghasilan dan kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan jenaka, lagu ini menyampaikan cerita sosial tanpa kehilangan nuansa hiburannya.
Apa Arti Oncom Gondrong?
Istilah Oncom Gondrong merujuk pada olahan kuliner tradisional khas Jawa Barat. Hidangan ini menggunakan oncom yang dibalut adonan tepung tebal, kemudian digoreng hingga garing. Tekstur serabut renyah pada bagian luarnya menyerupai rambut gondrong. Karena bentuknya tersebut, nama Oncom Gondrong terasa unik sekaligus mudah diingat.
Keunikan nama dan potongan liriknya turut memancing rasa penasaran pengguna media sosial. Frasa seperti “Ajen, ajen, ajen… he liki liki liki…” sering muncul dalam berbagai video pendek. Akibatnya, banyak pengguna muda mulai mencari lagu aslinya dan menikmati kembali musik Sunda klasik. Tren ini mempertemukan kekayaan musik daerah dengan kebiasaan konsumsi konten digital masa kini.
Cover Musisi Muda hingga Tren Internasional
Popularitas Oncom Gondrong juga tumbuh melalui beragam versi cover dari musisi masa kini. Azmy Z menjadi salah satu penyanyi yang membawakan ulang lagu tersebut. Selain itu, Ade Astrid bersama Gerengseng Team menghadirkan versi live dengan nuansa berbeda. Berbagai remix dari DJ lokal turut memperluas pilihan bagi pendengar yang menyukai aransemen modern.
El Khanza juga menarik perhatian lewat penampilannya bersama sang ayah dengan iringan ukulele. Versi tersebut menghadirkan suasana sederhana yang terasa dekat dengan penonton. Sementara itu, kreator konten memanfaatkan irama lagu ini sebagai latar video kreatif. Bahkan, tren tersebut menjangkau audiens luar negeri melalui video orang asing yang ikut berjoget dan konten akun resmi klub sepak bola Jerman.
Dari Pasar Tradisional ke Tribun PERSIB
Perjalanan Oncom Gondrong tidak berhenti di TikTok atau konten hiburan. Kini, iramanya juga terdengar di tribun setelah suporter PERSIB Bandung mengadaptasinya menjadi chant. Perubahan ini memperlihatkan bagaimana sebuah lagu daerah dapat menemukan penggunaan baru di luar konteks awalnya. Dari kisah pedagang gorengan, lagu tersebut kini ikut meramaikan atmosfer dukungan sepak bola.
Kembalinya Oncom Gondrong menunjukkan bahwa lagu lawas tetap memiliki peluang menjangkau generasi baru. Dukungan media sosial, cover musisi, dan kreativitas pengguna membantu memperkenalkan kembali musik Sunda kepada khalayak luas. Selain itu, tren ini membawa unsur budaya lokal ke ruang digital yang lebih luas. Lagu yang lahir puluhan tahun lalu kini kembali terdengar dengan cara berbeda, dari layar ponsel hingga tribun stadion.
(el/*) Oketrends.com











Komentar