Pelajar Meksiko Ciptakan Pemadam Api Pakai Gelombang Suara, Raih Emas di Indonesia

Ángela Karime Venegas Hernández mengembangkan Vortex Tech yang berpotensi memadamkan api kecil tanpa air dan bahan kimia.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Alat pemadam api gelombang suara

Alat pemadam api gelombang suara

Oketrends.com — Seorang pelajar asal Meksiko, Ángela Karime Venegas Hernández, meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Kompetisi internasional tersebut berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, pada 13–17 Oktober 2026. Ia mendapatkan penghargaan itu berkat inovasi pemadam api yang memanfaatkan gelombang suara. Berbeda dari metode konvensional, teknologi tersebut berpotensi memadamkan api kecil tanpa menggunakan air atau bahan kimia tertentu.

Inovasi bernama Vortex Tech itu memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi rendah sekitar 30 hertz atau Hz. Berdasarkan informasi dalam unggahan Shiftmedia.id, gelombang tersebut membantu mengganggu kestabilan nyala api. Dengan pendekatan ini, Ángela menawarkan alternatif pemadaman untuk kondisi tertentu. Namun, pengembangannya masih memerlukan pengujian lebih lanjut sebelum penggunaan secara luas.

Berawal dari Eksperimen Memadamkan Lilin

Pengembangan Vortex Tech bermula dari percobaan sederhana untuk memadamkan nyala lilin. Seiring berjalannya waktu, Ángela bersama pembimbingnya, José Arturo Hernández Muñoz, menyempurnakan rancangan perangkat tersebut. Mereka merakit prototipe menggunakan baterai 12 volt, generator frekuensi, penguat suara, dan pengeras suara. Menurut laporan media Meksiko, perangkat itu telah menjalani lebih dari 100 kali pengujian.

Baca Juga :  Cara Live Streaming TikTok Lebih Interaktif & Cuan!

Cara kerja Vortex Tech mengandalkan gelombang akustik berfrekuensi rendah sekitar 30 Hz. Gelombang tersebut menghasilkan turbulensi udara dan membentuk pusaran di sekitar nyala api. Kondisi ini dapat mengganggu pasokan oksigen yang mendukung proses pembakaran. Dalam pengujian yang dilaporkan, perangkat tersebut mampu memadamkan sejumlah api kecil dalam hitungan detik.

Selain itu, teknologi ini menawarkan proses pemadaman tanpa air, busa, atau bahan kimia pemadam tertentu. Karena itu, pendekatan tersebut berpotensi mengurangi residu yang dapat mengganggu atau merusak peralatan elektronik. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada ukuran dan jenis api. Kondisi lingkungan serta cara penggunaan juga dapat memengaruhi hasil pemadaman.

Raih Penghargaan di ISIF 2026

Prestasi Ángela menjadi pencapaian penting bagi siswi CETis 78 di Altamira, Tamaulipas, Meksiko. Selain meraih medali emas dalam kategori teknologi pada ISIF 2026, ia juga dilaporkan memperoleh penghargaan IYSA Semi Grand Award. Pencapaian tersebut membawa inovasinya mendapat perhatian dalam ajang sains dan penemuan tingkat internasional. Dengan demikian, eksperimen sederhana yang ia kembangkan bersama pembimbingnya berhasil menarik perhatian di luar negara asalnya.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends 26 Juli 2026 Terbaru, Klaim Diamond Gratis

Meski menawarkan potensi, Vortex Tech masih berada pada tahap prototipe. Oleh sebab itu, masyarakat belum dapat mengandalkannya sebagai pengganti alat pemadam api standar untuk semua jenis kebakaran. Pengembang masih perlu melakukan pengujian keselamatan, sertifikasi, dan evaluasi terhadap berbagai kondisi kebakaran. Langkah tersebut penting sebelum teknologi ini dapat digunakan secara lebih luas.

Sementara itu, masyarakat perlu tetap mengutamakan keselamatan ketika menghadapi kebakaran. Untuk kebakaran besar atau situasi darurat, gunakan peralatan pemadam yang sesuai dan segera hubungi petugas pemadam kebakaran. Kehadiran inovasi seperti Vortex Tech dapat membuka peluang penelitian baru dalam teknologi pemadaman api. Namun, penerapannya tetap memerlukan pembuktian keamanan dan efektivitas melalui pengujian lebih lanjut. (Ell/*)

Berita Terkait

Tesla Roadster 2 Diklaim Bisa Terbang, Pendorong Roket Jadi Sorotan
Viral! Pemuda China Bikin Papan Terbang Green Goblin, Lintasi Sungai Yangtze
AI Makin Canggih, Ini Dampaknya terhadap Bumi yang Perlu Diketahui
Kenapa Gen Z Suka Scroll tapi Enggan Posting? Ini Fenomenanya
Robot Superman China Makin Gila, Bisa Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter
10 Prompt Gemini AI Foto Keluarga Estetik, dari Studio hingga Liburan
Ingin Tinggal di Bawah Laut seperti Bikini Bottom? Startup Ini Siapkan Habitatnya
FF Kipas APKPure Ramai Dicari, Benarkah Bisa Kurangi Lag Free Fire?
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Pelajar Meksiko Ciptakan Pemadam Api Pakai Gelombang Suara, Raih Emas di Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Tesla Roadster 2 Diklaim Bisa Terbang, Pendorong Roket Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 08:16 WIB

AI Makin Canggih, Ini Dampaknya terhadap Bumi yang Perlu Diketahui

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kenapa Gen Z Suka Scroll tapi Enggan Posting? Ini Fenomenanya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Robot Superman China Makin Gila, Bisa Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter

Berita Terbaru