Oketrends.com — Seorang pelajar asal Meksiko, Ángela Karime Venegas Hernández, meraih medali emas dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Kompetisi internasional tersebut berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, pada 13–17 Oktober 2026. Ia mendapatkan penghargaan itu berkat inovasi pemadam api yang memanfaatkan gelombang suara. Berbeda dari metode konvensional, teknologi tersebut berpotensi memadamkan api kecil tanpa menggunakan air atau bahan kimia tertentu.
Inovasi bernama Vortex Tech itu memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi rendah sekitar 30 hertz atau Hz. Berdasarkan informasi dalam unggahan Shiftmedia.id, gelombang tersebut membantu mengganggu kestabilan nyala api. Dengan pendekatan ini, Ángela menawarkan alternatif pemadaman untuk kondisi tertentu. Namun, pengembangannya masih memerlukan pengujian lebih lanjut sebelum penggunaan secara luas.
Berawal dari Eksperimen Memadamkan Lilin
Pengembangan Vortex Tech bermula dari percobaan sederhana untuk memadamkan nyala lilin. Seiring berjalannya waktu, Ángela bersama pembimbingnya, José Arturo Hernández Muñoz, menyempurnakan rancangan perangkat tersebut. Mereka merakit prototipe menggunakan baterai 12 volt, generator frekuensi, penguat suara, dan pengeras suara. Menurut laporan media Meksiko, perangkat itu telah menjalani lebih dari 100 kali pengujian.
Cara kerja Vortex Tech mengandalkan gelombang akustik berfrekuensi rendah sekitar 30 Hz. Gelombang tersebut menghasilkan turbulensi udara dan membentuk pusaran di sekitar nyala api. Kondisi ini dapat mengganggu pasokan oksigen yang mendukung proses pembakaran. Dalam pengujian yang dilaporkan, perangkat tersebut mampu memadamkan sejumlah api kecil dalam hitungan detik.
Selain itu, teknologi ini menawarkan proses pemadaman tanpa air, busa, atau bahan kimia pemadam tertentu. Karena itu, pendekatan tersebut berpotensi mengurangi residu yang dapat mengganggu atau merusak peralatan elektronik. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada ukuran dan jenis api. Kondisi lingkungan serta cara penggunaan juga dapat memengaruhi hasil pemadaman.
Raih Penghargaan di ISIF 2026
Prestasi Ángela menjadi pencapaian penting bagi siswi CETis 78 di Altamira, Tamaulipas, Meksiko. Selain meraih medali emas dalam kategori teknologi pada ISIF 2026, ia juga dilaporkan memperoleh penghargaan IYSA Semi Grand Award. Pencapaian tersebut membawa inovasinya mendapat perhatian dalam ajang sains dan penemuan tingkat internasional. Dengan demikian, eksperimen sederhana yang ia kembangkan bersama pembimbingnya berhasil menarik perhatian di luar negara asalnya.
Meski menawarkan potensi, Vortex Tech masih berada pada tahap prototipe. Oleh sebab itu, masyarakat belum dapat mengandalkannya sebagai pengganti alat pemadam api standar untuk semua jenis kebakaran. Pengembang masih perlu melakukan pengujian keselamatan, sertifikasi, dan evaluasi terhadap berbagai kondisi kebakaran. Langkah tersebut penting sebelum teknologi ini dapat digunakan secara lebih luas.
Sementara itu, masyarakat perlu tetap mengutamakan keselamatan ketika menghadapi kebakaran. Untuk kebakaran besar atau situasi darurat, gunakan peralatan pemadam yang sesuai dan segera hubungi petugas pemadam kebakaran. Kehadiran inovasi seperti Vortex Tech dapat membuka peluang penelitian baru dalam teknologi pemadaman api. Namun, penerapannya tetap memerlukan pembuktian keamanan dan efektivitas melalui pengujian lebih lanjut. (Ell/*)











Komentar