Oketrends.com – Tingkah laku kucing sering membuat manusia bertanya-tanya, termasuk soal kemampuannya membaca perubahan cuaca. Di sejumlah wilayah, masyarakat percaya kucing dapat memprediksi hujan atau badai. Mereka menghubungkan kebiasaan seperti menggaruk karpet hingga memakan rumput dengan perubahan cuaca. Namun, sains punya penjelasan lain mengenai perilaku unik tersebut.
Para ilmuwan menilai indra kucing yang sangat tajam dapat menjelaskan fenomena tersebut. Kucing mampu merespons berbagai perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Salah satunya berkaitan dengan perubahan tekanan atmosfer yang mengikuti pola cuaca tertentu. Karena itu, perilaku kucing bisa berubah ketika kondisi lingkungan mulai mengalami perubahan.
Indra Kucing Sangat Peka
Saat hujan atau badai mendekat, tekanan udara dapat mengalami perubahan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi respons tubuh kucing terhadap lingkungan sekitarnya. Akibatnya, kucing mungkin menunjukkan perilaku tertentu seperti menggaruk karpet atau membersihkan telinga. Jadi, perilaku tersebut tidak otomatis menunjukkan kemampuan kucing meramal cuaca.
Selain itu, kemampuan pendengaran kucing juga jauh lebih tajam daripada manusia. Kucing mampu menangkap frekuensi suara yang jauh lebih tinggi daripada kemampuan pendengaran manusia. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat mendengar suara guntur dari jarak tertentu. Bahkan, kucing dapat menangkap suara gemerisik daun sebelum manusia menyadarinya.
Kemudian, kucing juga memiliki indra penciuman yang sangat kuat. Kemampuan tersebut memungkinkan mereka mengenali berbagai aroma dari lingkungan sekitar. Futura Sciences menyebut kucing dapat mencium aroma khas hujan pada tanah atau petrichor. Aroma tersebut dapat muncul sebelum manusia menyadari tanda-tanda hujan.
Tak hanya itu, bulu kucing juga memiliki kepekaan terhadap kelembapan udara. Perubahan kelembapan dapat memengaruhi kondisi bulu dan membuat kucing merasakan perubahan lingkungan. Kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan perubahan tekstur rambut manusia akibat kelembapan. Karena itu, tubuh kucing dapat merespons perubahan lingkungan tanpa harus memprediksi cuaca.
Meski begitu, ilmuwan masih memiliki data terbatas mengenai perilaku tersebut. Sampai sekarang, penelitian belum menetapkan hubungan pasti antara respons biologis kucing dan kondisi atmosfer. Artinya, sains belum membuktikan kucing mampu memprediksi cuaca secara langsung. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan cuaca memang dapat memengaruhi perilaku kucing.
Cuaca Bisa Mengubah Perilaku Kucing
Sebuah studi terbaru dalam jurnal Animals meneliti pengaruh musim dan cuaca terhadap perilaku kucing peliharaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan beberapa perubahan perilaku ketika kondisi lingkungan berubah. Kucing cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbaring dan makan. Mereka juga lebih sering berdiri ketika suhu, kelembapan, atau indeks angin meningkat.
Pada kondisi tersebut, beberapa aktivitas kucing justru mengalami penurunan. Kucing lebih jarang menjilati bulu, duduk, atau menggunakan kotak pasir. Studi lain juga menemukan perubahan perilaku ketika curah hujan meningkat. Kucing kemudian lebih jarang membersihkan diri dan mengurangi kebiasaan menggaruk.
Temuan lain muncul dari studi tahun 2022 yang berlangsung di Italia. Peneliti menganalisis laporan pemilik kucing dan anjing mengenai aktivitas hewan peliharaan mereka. Hasil laporan menunjukkan aktivitas bermain cenderung meningkat ketika cuaca menjadi lebih dingin. Sebaliknya, hewan peliharaan lebih sering tidur saat cuaca sangat panas.
Pemilik juga mencatat perubahan perilaku ketika suhu mengalami penurunan secara drastis. Beberapa hewan peliharaan terlihat lebih sering tidur dalam kondisi tersebut. Selain itu, sebagian pemilik melihat hewan peliharaan mereka menjadi lebih gugup atau cemas. Kondisi itu terutama muncul ketika hujan deras atau badai petir terjadi.
Jadi, anggapan bahwa kucing mampu meramal cuaca belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. Namun, kucing memang mempunyai indra tajam yang membuatnya peka terhadap perubahan lingkungan. Perubahan tekanan udara, suara, aroma, suhu, dan kelembapan dapat memengaruhi respons mereka. Dengan demikian, perilaku kucing lebih tepat dipahami sebagai respons terhadap kondisi cuaca, bukan kemampuan memprediksinya. (el/*)











Komentar