Mengapa Miliarder Dunia Mulai Memburu Lahan Pertanian? Ini Alasannya

Pangan dan lahan pertanian kini menarik perhatian para miliarder sebagai aset strategis menghadapi berbagai ancaman global.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 14:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Miliarder beli lahan pertanian

Miliarder beli lahan pertanian

Oketrends.com – Sejumlah miliarder dunia mulai melirik lahan pertanian dalam skala besar. Nama seperti Bill Gates dan Jeff Bezos turut muncul dalam fenomena tersebut. Selain itu, sejumlah taipan Indonesia juga mulai membeli lahan pertanian dalam jumlah besar.

Fenomena tersebut muncul ketika pangan semakin mendapat perhatian sebagai aset strategis. Konflik geopolitik dan perang membuat rantai pasok global menghadapi berbagai tekanan. Karena itu, sumber daya pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas.

Mengapa Lahan Pertanian Menarik Perhatian?

Salah satu alasan utama berkaitan dengan ancaman krisis pangan global. Ketegangan geopolitik dapat mengganggu produksi sekaligus distribusi bahan pangan. Selain itu, gangguan rantai pasok membuat ketersediaan pangan menghadapi tantangan lebih besar.

Karena itu, penguasaan sumber daya pangan menjadi perhatian bagi sejumlah pemodal besar. Mereka melihat lahan pertanian sebagai bagian dari sumber daya strategis. Pada saat yang sama, kebutuhan pangan manusia terus berjalan dalam berbagai kondisi.

Faktor berikutnya berkaitan dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut dapat mengancam hasil panen serta mengganggu produktivitas pertanian. Oleh sebab itu, pengelolaan lahan membutuhkan pendekatan yang semakin modern.

Baca Juga :  Apa Itu Generasi Alpha? Kenali Karakteristik, Kelebihan, Kelemahan, dan Perbedaannya dengan Gen Z

Lahan dalam skala besar kemudian dapat mendukung riset pertanian dan penggunaan teknologi. Salah satunya melalui konsep smart farming dan precision agriculture. Teknologi tersebut bertujuan menjaga produksi tetap stabil menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Selain pangan, lahan pertanian juga menarik karena memiliki bentuk aset yang nyata. Tanah berbeda dengan aset digital atau saham yang mengalami perubahan nilai. Nilai tanah juga cenderung meningkat dan dapat menghadapi tekanan inflasi.

Teknologi Tidak Menggantikan Kebutuhan Pangan

Di sisi lain, fenomena tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia. Perkembangan teknologi digital tidak menghilangkan kebutuhan manusia terhadap makanan dan air. Bahkan, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan tetap membutuhkan manusia sebagai penggunanya.

Karena itu, kekayaan dan kemajuan teknologi tidak mengubah kebutuhan paling mendasar tersebut. Seseorang tetap membutuhkan pangan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Kondisi inilah yang kemudian membuat lahan pertanian memiliki nilai strategis.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan perubahan perhatian dari teknologi menuju sektor pangan. Sejumlah tokoh dari dunia teknologi dan keuangan mulai melihat pertanian sebagai bidang penting. Mereka juga mengembangkan pendekatan yang menggabungkan pertanian dengan teknologi modern.

Baca Juga :  BBM B50 Berlaku Juli 2026, Pakar Nilai Kurangi Impor Energi

Namun, perkembangan investasi pertanian dalam skala besar juga menimbulkan kekhawatiran. Salah satunya menyangkut posisi petani kecil dalam mengakses dan mengelola lahan. Ketika modal besar menguasai lahan, persaingan terhadap sumber daya pertanian dapat semakin ketat.

Selain itu, penguasaan tanah dan ekosistem pangan oleh segelintir pemodal menjadi perhatian. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan lebih besar kepada petani kecil. Karena itu, perkembangan investasi lahan pertanian memiliki dampak yang perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, meningkatnya minat terhadap lahan pertanian menunjukkan pentingnya sektor pangan. Pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sumber daya strategis. Sementara itu, perkembangan teknologi membuka peluang baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Namun, investasi skala besar juga membawa persoalan mengenai akses terhadap lahan. Keseimbangan antara investasi, teknologi, produktivitas, dan keberadaan petani kecil menjadi bagian penting. (el/*) Oketrends.com

Berita Terkait

Elon Musk Prediksi Uang Tak Berguna pada 2036, AI Disebut Gantikan Sistem Ekonomi
IWAPI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Siap Perkuat UMKM Perempuan dan Dukung Ekonomi Daerah
Bukan Buahnya, Ternyata Getah Pepaya Jadi Bagian Paling Mahal, Ini Alasannya
China Terapkan Aturan Keras, Keluarga Pejabat Dilarang Berbisnis di Wilayah Kekuasaan
Viral Atlet China Bangkrut Usai Uang Dikelola Istri, Begini Fakta Sebenarnya
KUHP Baru Bisa Pidanakan Pinjol Ilegal dan Rentenir!
Cara Live Streaming TikTok Lebih Interaktif & Cuan!
9 Kebiasaan Mengelola Uang yang Bikin Kamu Jadi Calon Kaya
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:52 WIB

Mengapa Miliarder Dunia Mulai Memburu Lahan Pertanian? Ini Alasannya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Elon Musk Prediksi Uang Tak Berguna pada 2036, AI Disebut Gantikan Sistem Ekonomi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:42 WIB

IWAPI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Siap Perkuat UMKM Perempuan dan Dukung Ekonomi Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Bukan Buahnya, Ternyata Getah Pepaya Jadi Bagian Paling Mahal, Ini Alasannya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:00 WIB

China Terapkan Aturan Keras, Keluarga Pejabat Dilarang Berbisnis di Wilayah Kekuasaan

Berita Terbaru

sungai Eropa menyusut (foto : moodjakarta)

Internasional

Sungai Eropa Makin Dangkal, Danube Pecahkan Rekor Permukaan Air

Senin, 21 Sep 2026 - 14:20 WIB

Ethel Caterham orang tertua di dunia (foto : Guinness World Records)

Internasional

Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Jadi Orang Tertua di Dunia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:33 WIB