Oketrends.com — Elon Musk kembali menarik perhatian lewat demonstrasi futuristis Tesla Roadster 2. Mobil sport listrik tersebut menampilkan berbagai manuver ekstrem dengan bantuan teknologi pendorong roket dari SpaceX. Dalam demonstrasi itu, kendaraan mampu melompat, berputar di udara, lalu kembali mendarat dengan mulus. Meski demikian, kemampuan tersebut masih memunculkan pertanyaan mengenai keselamatan, legalitas, dan kesiapan teknologi untuk penggunaan nyata.
Tesla Roadster 2 Tampilkan Manuver Ekstrem
Tesla menggelar uji coba Roadster 2 di fasilitas pengembangan dan pengujian roket SpaceX, Texas, Amerika Serikat. Elon Musk mengklaim kendaraan tersebut menggunakan teknologi pendorong roket dari SpaceX, perusahaan miliknya. Mengutip The Guardian pada Selasa, 20 Oktober 2026, demonstrasi itu memperlihatkan kemampuan mobil melakukan sejumlah manuver di udara. Penampilan tersebut kembali memicu perhatian terhadap ambisi Musk mengembangkan kendaraan dengan kemampuan yang tidak biasa.
Dalam video demonstrasi, Tesla Roadster 2 melaju menaiki lintasan melengkung menggunakan sistem daya hisap. Sistem tersebut membantu kendaraan tetap menempel pada permukaan lintasan selama bergerak. Selanjutnya, mobil memanfaatkan pendorong untuk melakukan gerakan akrobatik di udara. Setelah menyelesaikan manuver, kendaraan kembali mendarat di lintasan.
Pada bagian lain, Roadster 2 memperlihatkan kemampuan melompati deretan mobil Tesla lainnya. Musk menyebut kendaraan tersebut memiliki pengatur ketinggian dan pendorong utama pada bagian belakang. Selain itu, mobil diklaim mampu berputar di udara serta menerima kendali jarak jauh tanpa pengemudi. Fitur-fitur tersebut menjadi bagian utama dalam demonstrasi yang menonjolkan kemampuan futuristis Roadster 2.
Akselerasi Diklaim Kurang dari Satu Detik
Salah satu klaim paling mencolok berkaitan dengan kemampuan akselerasi Tesla Roadster 2. Musk menyebut mobil tersebut mampu mencapai kecepatan 60 mil per jam atau sekitar 96 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik. Jika klaim itu terbukti, akselerasinya akan melampaui kemampuan mobil sport konvensional. Namun, kemampuan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dalam pengujian yang terukur.
Musk juga mengakui bahwa kendaraan ini belum tentu memenuhi ketentuan hukum di setiap wilayah. Selain itu, Tesla belum mengoptimalkan seluruh aspek keselamatannya. Karena itu, perusahaan menegaskan bahwa pengguna tidak boleh memakai sistem terbang tersebut di jalan umum. Batasan ini menunjukkan bahwa demonstrasi teknologi belum otomatis menjamin kesiapan kendaraan untuk penggunaan sehari-hari.
Harga dan Target Produksi Tesla Roadster 2
Tesla Roadster 2 bukan proyek baru dalam rencana pengembangan kendaraan listrik Elon Musk. Ia memperkenalkan rencana mobil sport tersebut pada 2017 dengan ambisi mengungguli kendaraan konvensional. Sejak awal, Tesla menempatkan Roadster sebagai mobil listrik berperforma tinggi. Kini, teknologi pendorong roket menambah perhatian terhadap pengembangan kendaraan tersebut.
Tesla menargetkan produksi Roadster 2 mulai 2028 dengan harga awal di atas US$200.000 atau sekitar Rp3,6 miliar. Perusahaan juga mencantumkan versi Performance dengan uang deposit £50.000 atau sekitar Rp900 juta. Sementara itu, versi Thrust mencantumkan deposit US$250.000 atau sekitar Rp4,5 miliar. Angka tersebut menggambarkan nilai pemesanan yang tercantum dalam informasi proyek, bukan kepastian harga akhir kendaraan.
Masih Ada Tantangan Keselamatan dan Legalitas
Meski demonstrasinya terlihat futuristis, kemampuan Tesla Roadster 2 masih menyisakan sejumlah pertanyaan penting. Publik perlu mengetahui bagaimana teknologi tersebut bekerja dalam kondisi nyata, termasuk aspek keselamatan dan legalitas. Selain itu, penggunaan pendorong roket tidak otomatis membuat kendaraan mampu terbang bebas seperti pesawat. Teknologi tersebut juga tidak berarti pengemudi dapat mengoperasikannya secara bebas di jalan raya.
Untuk saat ini, Tesla Roadster 2 masih memerlukan pembuktian lebih lanjut sebelum mencapai tahap pemasaran. Pengujian mendatang perlu memperjelas kemampuan terbang, sistem kendali, dan aspek keselamatan kendaraan. Sementara itu, target produksi 2028 masih menjadi bagian dari rencana pengembangan yang perlu dipantau. Oketrends.com akan terus menyajikan informasi teknologi otomotif yang menarik untuk pembaca. (el/*)











Komentar