Jembatan Ponton Portabel China Evakuasi 6.000 Korban Banjir

Mengenal Jembatan Ponton Portabel China, Teknologi Canggih Penyelamat Korban Banjir

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Ponton Portabel Militer China

Jembatan Ponton Portabel Militer China

Jembatan Ponton Portabel China Evakuasi 6.000 Korban Banjir

OKETRENDS.COM – Jembatan ponton portabel China menjadi sorotan dunia setelah di gunakan dalam operasi penyelamatan korban banjir besar di Guigang, Guangxi. Teknologi darurat ini membantu tim penyelamat mengevakuasi lebih dari 6.000 siswa dan warga yang sempat terisolasi akibat banjir.

Sistem yang juga di kenal sebagai powered pontoon bridge atau jembatan apung bermotor ini di kembangkan sebagai jembatan modular darurat. Awalnya di rancang untuk kebutuhan militer, namun kini juga di manfaatkan dalam penanggulangan bencana karena mampu di pasang dengan cepat di atas perairan.

Di rancang Cepat Di pasang di Lokasi Bencana

Salah satu keunggulan utama jembatan ponton portabel China terletak pada desainnya yang praktis. Seluruh modul jembatan di angkut menggunakan truk berat dalam kondisi terlipat sehingga mudah di pindahkan ke lokasi terdampak.

Sesampainya di lokasi, modul langsung di turunkan ke air. Berkat sistem hidrolik, setiap bagian akan terbuka secara otomatis hingga membentuk rangkaian jembatan yang siap di gunakan.

Konsep ini di kenal sebagai Ribbon Bridge, yakni sistem jembatan modular yang memungkinkan proses pemasangan berlangsung jauh lebih cepat di banding pembangunan jembatan darurat konvensional.

Baca Juga :  Redmi Note 17 Series Resmi, Baterai hingga 9.000 mAh

Bisa Bergerak Sendiri Tanpa Kapal Penarik

Berbeda dari jembatan ponton biasa, setiap segmen pada sistem ini telah di bekali motor jet air sebagai penggerak.

Teknologi tersebut membuat setiap modul mampu bermanuver sendiri di atas air tanpa bantuan kapal penarik. Bahkan, saat di perlukan, rangkaian ponton dapat di ubah menjadi kapal feri darurat untuk mengangkut warga maupun logistik menuju lokasi yang sulit di jangkau.

Kemampuan multifungsi inilah yang membuat teknologi tersebut di nilai sangat efektif dalam situasi darurat.

Dijuluki “Noah’s Ark” karena Daya Angkut Besarnya

Jembatan ponton portabel China juga di kenal dengan julukan “Noah’s Ark” atau “Rescue Carrier” karena memiliki kapasitas angkut yang sangat besar.

Satu rangkaian jembatan sepanjang sekitar 60 meter mampu membawa 300 hingga 500 orang dalam satu kali penyeberangan. Selain mengangkut penumpang, struktur ponton ini juga sanggup menopang kendaraan berat dengan bobot mencapai puluhan ton.

Kapasitas tersebut membuat proses evakuasi berlangsung lebih cepat, terutama saat ribuan warga harus di pindahkan dalam waktu singkat.

Siap Beroperasi Hanya dalam Hitungan Menit

Keunggulan lain dari sistem ini adalah proses perakitannya yang sangat cepat.

Setiap modul yang mengapung di air dirancang dapat saling mengunci secara otomatis. Berkat mekanisme tersebut, satu rangkaian jembatan utuh umumnya sudah dapat di gunakan hanya dalam waktu 10 hingga 30 menit.

Baca Juga :  ODGJ di Indonesia Masih Tinggi, Akses Layanan Jadi Sorotan

Kecepatan ini menjadi faktor penting saat penanganan bencana, karena akses menuju wilayah terdampak sering kali harus di pulihkan secepat mungkin.

Di lengkapi Fitur Keselamatan

Selain mengutamakan kecepatan, jembatan ponton portabel China juga di bangun dengan standar keselamatan tinggi.

Permukaan dek di buat anti-slip agar pengguna tidak mudah terpeleset saat kondisi basah. Di sisi kanan dan kiri tersedia dinding pembatas pengaman untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Tak hanya itu, sistem stabilitasnya di rancang mampu menjaga keseimbangan jembatan saat menghadapi arus sungai yang deras, sehingga proses evakuasi tetap berlangsung aman.

Jadi Andalan untuk Operasi Darurat

Keberhasilan teknologi ini dalam mengevakuasi ribuan warga di Guigang menunjukkan bagaimana inovasi militer dapat di manfaatkan untuk misi kemanusiaan.

Dengan proses pemasangan yang cepat, daya angkut besar, serta kemampuan beroperasi secara mandiri di atas air, jembatan ponton portabel China menjadi salah satu solusi modern yang dinilai efektif untuk membuka akses ke wilayah yang terputus akibat banjir maupun bencana alam lainnya. (ell/*)

Berita Terkait

Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik, Bisa Tembus Rp24 Juta
Kode Redeem Mobile Legends 26 Juli 2026 Terbaru, Klaim Diamond Gratis
Fantasy Space Xi’an, Wisata Indoor Futuristik yang Lagi Hits
Cara Live Streaming TikTok Lebih Interaktif & Cuan!
Redmi Note 17 Series Resmi, Baterai hingga 9.000 mAh
Teknologi Quantum Computing: Komputer Super Canggih Masa Depan
Matahari Buatan China Pecahkan Rekor, Kiamat Energi Batal?
Apple Resmi Rilis iOS 27 Public Beta, Fitur AI Makin Canggih
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:00 WIB

Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik, Bisa Tembus Rp24 Juta

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kode Redeem Mobile Legends 26 Juli 2026 Terbaru, Klaim Diamond Gratis

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Fantasy Space Xi’an, Wisata Indoor Futuristik yang Lagi Hits

Senin, 20 Juli 2026 - 09:00 WIB

Cara Live Streaming TikTok Lebih Interaktif & Cuan!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:40 WIB

Redmi Note 17 Series Resmi, Baterai hingga 9.000 mAh

Berita Terbaru

3 FILM KOREA
YANG BIKIN BAPER

Lifestyle

3 Film Korea Romantis Terbaik, Temani Akhir Pekanmu

Rabu, 29 Jul 2026 - 23:30 WIB

Modus baru pembobolan M-Banking

Edukasi

Modus Baru Pembobolan M-Banking, Begini Cara Mencegahnya

Rabu, 29 Jul 2026 - 21:58 WIB