ODGJ di Indonesia Masih Tinggi, Akses Layanan Jadi Sorotan

Data ODGJ di Indonesia: Masih Jadi Tantangan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Data ODGJ di Indonesia 2026

Data ODGJ di Indonesia 2026

Oketrends.com – Data ODGJ di Indonesia menunjukkan bahwa persoalan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan serius. Selain berdampak pada kualitas hidup penderitanya, kondisi ini juga memengaruhi keluarga, lingkungan sosial, hingga produktivitas masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Riskesdas 2018, SKI 2023, dan berbagai sumber kesehatan jiwa nasional, prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat mencapai 4 per 1.000 rumah tangga. Angka tersebut setara dengan sekitar 400 ribu hingga 450 ribu orang di seluruh Indonesia.

Sementara itu, persoalan kesehatan mental secara umum ternyata jauh lebih luas. Bahkan, di perkirakan hingga 20 persen populasi memiliki potensi mengalami masalah kesehatan jiwa dalam berbagai tingkat keparahan.

Gangguan Jiwa Jadi Penyebab Disabilitas Nomor Dua

Kementerian Kesehatan mencatat gangguan jiwa kini menempati posisi kedua sebagai penyebab disabilitas di Indonesia.

Fakta ini menunjukkan bahwa kesehatan mental bukan lagi isu yang bisa di anggap sepele. Sebaliknya, gangguan jiwa telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Selain ODGJ berat seperti skizofrenia dan psikosis, jutaan masyarakat juga menghadapi gangguan mental emosional seperti depresi dan kecemasan.

Baca Juga :  Prabowo Dirikan Universitas Baru. Ini Fungsi dan Tujuannya!

Berdasarkan Riskesdas, prevalensi gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen pada penduduk berusia di atas 15 tahun. Artinya, hampir satu dari sepuluh orang dewasa berpotensi mengalami masalah kesehatan mental.

Kasus Pemasungan Masih Terjadi

Meski berbagai program kesehatan jiwa terus di jalankan, praktik pemasungan terhadap ODGJ masih di temukan di sejumlah daerah.

Data menunjukkan terdapat 4.304 kasus pemasungan yang tercatat di Indonesia. Angka ini menjadi pengingat bahwa stigma terhadap gangguan jiwa masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Selain itu, pemasungan sering kali terjadi karena kurangnya pemahaman keluarga, keterbatasan akses layanan kesehatan, hingga faktor ekonomi.

Akses Layanan Kesehatan Jiwa Belum Merata

Tantangan lain yang masih di hadapi adalah akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, hanya sekitar 40 persen ODGJ yang mendapatkan layanan kesehatan jiwa secara profesional. Sementara itu, sebagian lainnya masih mengalami kesulitan memperoleh pendampingan, pengobatan, maupun rehabilitasi yang memadai.

Karena itu, pemerataan layanan psikolog, psikiater, serta fasilitas kesehatan jiwa menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Baca Juga :  Cara Cek Penerima Bansos Juli 2026, PKH dan BPNT Mulai Cair

Daerah dengan Prevalensi Skizofrenia Tertinggi

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, beberapa daerah mencatat prevalensi rumah tangga dengan anggota yang mengalami gejala skizofrenia atau psikosis cukup tinggi.

Tiga Provinsi Tertinggi

Provinsi Prevalensi
DI Yogyakarta 9,3%
Jawa Tengah 6,5%
Sulawesi Barat 5,9%

Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya penguatan layanan kesehatan jiwa, edukasi masyarakat, serta upaya deteksi dini agar penderita dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

Kesehatan Mental Bukan Lagi Isu Pinggiran

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental memang terus meningkat. Namun, data menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi stigma serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa di Indonesia.

Dengan edukasi yang tepat dan akses layanan yang lebih luas, di harapkan semakin banyak ODGJ maupun penyintas gangguan mental yang bisa mendapatkan dukungan dan kehidupan yang lebih baik. (ell)

Berita Terkait

El Niño Sangat Kuat Berlanjut, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur
9 Olahraga untuk Menurunkan Kolesterol, Mudah Dilakukan di Rumah
Antrean Haji Kini 14 Tahun, 400 Ribu Data Jemaah Ternyata Tidak Valid
Sering Meragukan Diri Sendiri? Ini Tanda dan Cara Meningkatkan Self-Esteem
Mau Umrah Tanpa Biro Travel? Ini Syarat dan Cara Daftar Mandiri
Kabut Asap Kepung Kalimantan, BMKG Tegaskan Kabut Kerinci Bukan Kiriman
Mengenal 4 Sistem Irigasi Pertanian, Mana yang Paling Efisien?
Gempa M 7,7 Guncang NTT, 47 Orang Tewas dan 2.000 Warga Mengungsi
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:36 WIB

El Niño Sangat Kuat Berlanjut, BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:41 WIB

9 Olahraga untuk Menurunkan Kolesterol, Mudah Dilakukan di Rumah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Antrean Haji Kini 14 Tahun, 400 Ribu Data Jemaah Ternyata Tidak Valid

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Sering Meragukan Diri Sendiri? Ini Tanda dan Cara Meningkatkan Self-Esteem

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:20 WIB

Mau Umrah Tanpa Biro Travel? Ini Syarat dan Cara Daftar Mandiri

Berita Terbaru