OKETRENDS.COM – Performa impresif Hakim Danish menjadi sorotan utama pada hari pertama Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Jumat (19/6/2026). Pembalap muda asal Malaysia itu tampil dominan sejak sesi latihan dan berhasil memecahkan rekor sepanjang masa lintasan yang sebelumnya bertahan sejak musim lalu.
Sementara itu, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama belum mampu menunjukkan hasil serupa. Rider Honda Team Asia tersebut harus puas gagal mengamankan tiket langsung ke sesi Kualifikasi 2 (Q2) setelah posisinya tergeser pada menit-menit akhir sesi Practice.
Danish Tampil Menggila di Brno
Hakim Danish langsung menunjukkan kecepatan sejak sesi Free Practice 1 (FP1). Pembalap MT Helmets-MSI itu mencatatkan waktu terbaik 2 menit 04,938 detik dan menempati posisi teratas klasemen sesi.
Catatan tersebut bukan hanya mengantarkannya menjadi yang tercepat, tetapi juga memecahkan rekor sepanjang masa Sirkuit Brno. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang pembalap Leopard Racing, Guido Pini, dengan torehan 2 menit 05,019 detik yang dibuat saat sesi Q2 Moto3 musim lalu.
Keunggulan Danish pada FP1 juga cukup meyakinkan. Ia unggul 0,308 detik atas David Almansa dari tim IntactGP yang berada di posisi kedua.
Momentum positif itu berlanjut pada sesi Practice yang menjadi penentu kelolosan langsung ke Q2. Dalam sesi berdurasi 35 menit tersebut, Danish kembali mempertajam rekornya sendiri dengan membukukan waktu 2 menit 04,754 detik.
Hasil itu semakin menegaskan dominasi pembalap rookie tersebut di Brno. Rekan setim Ryusei Yamanaka itu kembali mengungguli Almansa dengan selisih 0,190 detik.
Veda Masih Berjuang Menemukan Ritme
Berbeda dengan Danish, Veda Ega Pratama masih menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi dengan karakter Sirkuit Brno. Sama-sama berstatus pendatang baru dan belum pernah membalap di lintasan tersebut sebelumnya, Veda membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan ritme terbaiknya.
Pada sesi FP1, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu hanya mampu menempati posisi ke-22. Ia tertinggal sekitar 2,6 detik dari catatan waktu Danish yang memimpin sesi.
Perjuangan Veda berlanjut pada sesi Practice. Meski menunjukkan peningkatan performa, catatan waktu terbaik 2 menit 05,911 detik hanya cukup menempatkannya di posisi ke-15.
Posisi tersebut membuat Veda gagal lolos langsung ke Q2 dan harus melanjutkan perjuangannya melalui sesi Q1.
Media Eropa Ikut Menyorot
Drama yang terjadi sepanjang hari pertama Moto3 Ceko 2026 turut mendapat perhatian media otomotif Eropa, Speedweek.com yang berbasis di Swiss.
Media tersebut secara khusus menyoroti penampilan mengejutkan Hakim Danish yang mampu langsung kompetitif meski baru pertama kali membalap di Brno.
“Pagi ini sudah ada kejutan kecil, pembalap pendatang baru Hakim Danish, yang pertama kali berlomba di sirkuit Brno, finis di posisi pertama,” tulis Speedweek.
Media itu juga menilai Danish berhasil mempertahankan performa impresifnya sepanjang hari dengan kembali mencatat waktu tercepat pada sesi berikutnya.
Selain mengulas dominasi pembalap Malaysia tersebut, Speedweek turut menyoroti nasib Veda yang kehilangan tempat di Q2 pada penghujung sesi Practice.
Menurut laporan mereka, Guido Pini berhasil merebut posisi terakhir yang tersedia untuk Q2 dan secara langsung menggeser Veda ke sesi Q1.
“Pembalap Leopard, Guido Pini, mengamankan tempat terakhir di Q2, dengan pembalap Honda itu mendorong rookie Veda Ega Pratama kembali ke Q1 di menit terakhir,” tulis Speedweek.
Peluang Masih Terbuka
Meski gagal mengamankan tiket langsung ke Q2, peluang Veda untuk memperbaiki posisinya masih terbuka melalui sesi Q1. Pembalap muda Indonesia itu masih memiliki kesempatan untuk merebut tempat di Q2 apabila mampu tampil lebih kompetitif pada hari berikutnya.
Di sisi lain, performa Hakim Danish menjadi sinyal kuat bahwa persaingan Moto3 musim 2026 semakin menarik. Status rookie tidak menghalangi pembalap Malaysia tersebut untuk langsung bersaing di barisan depan, bahkan memecahkan rekor lintasan yang sebelumnya sulit disentuh para rivalnya. (el/ag)
Penulis : agung
Sumber Berita: Bola Sport











Komentar