OKETRENDS.COM – Tiga gempa kuat yang terjadi di Jepang, Venezuela, dan Amerika Serikat dalam rentang kurang dari 12 jam memicu perhatian publik dunia. Peristiwa ini terjadi secara berurutan sejak Rabu sore hingga Kamis pagi WIB. Meski waktunya berdekatan, para ahli menegaskan bahwa ketiga gempa tersebut berasal dari sumber yang berbeda dan tidak memiliki hubungan langsung satu sama lain.
Venezuela Diguncang Gempa Kembar
Gempa pertama yang menarik perhatian terjadi di Venezuela. Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), wilayah utara-tengah negara tersebut di guncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat.
Namun, menurut Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, gempa besar di Venezuela sebenarnya merupakan fenomena doublet earthquake atau gempa kembar.
Gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,5 di dahului gempa pendahuluan Magnitudo 7,2 dengan selisih waktu sekitar 40 detik. Guncangan beruntun itu menyebabkan kerusakan luas, merobohkan rumah warga, serta merusak sejumlah bangunan di Caracas dan wilayah sekitarnya.
California Rasakan Gempa Terkuat dalam Puluhan Tahun
Tak lama setelah itu, California Utara, Amerika Serikat, juga mengalami gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Rabu (24/6/2026) pukul 22.10 waktu setempat.
Gempa tersebut berpusat pada kedalaman dangkal sekitar 8,1 kilometer. Sejumlah media lokal di AS bahkan menyebutnya sebagai salah satu gempa terkuat yang di rasakan kawasan tersebut sejak tahun 1990.
Karena terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal, getaran gempa di rasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.
Jepang Diguncang Gempa Magnitudo 7,2
Sementara itu, Jepang kembali menghadapi aktivitas seismik tinggi setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang wilayah timur laut negara tersebut pada Kamis (25/6/2026) pukul 07.30 waktu setempat.
Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa berpusat di lepas pantai Pasifik Prefektur Iwate dengan kedalaman sekitar 50 kilometer.
Guncangan yang terjadi tercatat mencapai level 6 atas dalam skala intensitas seismik Jepang yang memiliki rentang hingga level 7, menunjukkan kuatnya dampak gempa yang di rasakan masyarakat setempat.
Menariknya, rentang waktu antara gempa besar di Venezuela dan Jepang hanya sekitar 25 menit.
Benarkah Ketiga Gempa Saling Berkaitan?
Daryono menegaskan bahwa kemunculan tiga gempa besar dalam waktu berdekatan bukan berarti ketiganya saling memicu.
Menurutnya, masing-masing gempa memiliki mekanisme sumber yang berbeda. Gempa di California Utara dan Venezuela di picu oleh aktivitas sesar atau patahan, sedangkan gempa di Jepang berasal dari zona subduksi atau megathrust.
“Ketiga gempa memiliki sumber gempa sendiri-sendiri. California Utara dan Venezuela itu sesar/patahan, sementara Jepang itu sumber gempanya megathrust. Sumber-sumber gempa tersebut memiliki kemampuan mengakumulasi tegangan, jadi tidak saling berkaitan,” jelas Daryono.
Ia juga menepis anggapan bahwa gempa di satu negara dapat memicu gempa besar di wilayah lain yang berjarak sangat jauh.
“Kalau waktu gempa berdekatan itu hanya kebetulan saja. Sumber gempa di muka bumi itu berjuta-juta. Jadi kalau berdekatan waktu hanya kebetulan saja. Tidak ada rambatan saling picu,” tambahnya.
Jadi Alarm Penting untuk Indonesia
Meski tidak saling berkaitan, rangkaian gempa besar yang terjadi di berbagai belahan dunia menjadi pengingat penting bagi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Menurut Daryono, ancaman terbesar saat gempa bukanlah guncangannya semata, melainkan bangunan yang runtuh akibat tidak memenuhi standar ketahanan gempa.
Karena itu, penguatan konstruksi bangunan, terutama fasilitas publik dan kawasan permukiman, harus menjadi prioritas. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui edukasi dan latihan rutin.
Mulai dari memahami cara berlindung saat gempa terjadi, menghindari kepanikan ketika evakuasi, hingga menyiapkan tas siaga bencana di rumah, semuanya menjadi langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa ketika bencana datang tanpa peringatan.
Peristiwa gempa beruntun di Venezuela, California, dan Jepang menunjukkan bahwa aktivitas tektonik dapat terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko korban saat bencana terjadi.











Komentar