Kronologi Ledakan Rumah Mewah di Medan, 3 Orang Tewas

Detik-detik Ledakan Rumah Elite Grand Polonia Medan, Dugaan Awal Berasal dari Kebocoran Gas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Mewah Medan Meledak

Rumah Mewah Medan Meledak

MEDAN, OKETRENDS.COM– Kronologi ledakan rumah mewah di Medan menjadi perhatian publik setelah insiden yang mengguncang kawasan elite Grand Polonia menewaskan tiga orang. Ledakan yang terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu menghancurkan sebuah rumah tiga lantai bernomor 3B dan merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan data kepolisian, total ada tujuh korban dalam peristiwa tersebut. Empat orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya di temukan meninggal dunia setelah proses pencarian yang berlangsung hingga keesokan harinya.

Ledakan Terjadi Saat Pekerja Bangunan Beraktivitas

Suasana di sekitar lokasi berubah drastis ketika suara ledakan keras di sertai getaran kuat terdengar dari rumah nomor 3B.

Salah seorang saksi, Ali, mengaku sedang memasang keramik di rumah sebelah ketika insiden terjadi. Ia bersama rekan-rekannya langsung berlari keluar setelah mendengar dentuman yang sangat kuat.

“Saya lagi pasang keramik. Tiba-tiba dengan suara, suaranya dahsyat, getarannya kencang lah,” ujar Ali.

Saat berada di luar, Ali melihat rumah yang di duga menjadi pusat ledakan sudah hancur. Saksi lain bahkan mengaku sempat melihat cahaya putih sesaat sebelum ledakan terjadi.

Di tengah situasi tersebut, beberapa pekerja juga berusaha menolong korban, termasuk seorang sopir yang sempat terjepit reruntuhan bangunan.

Tujuh Rumah Ikut Terdampak

Dampak ledakan tidak hanya menghancurkan rumah utama. Kepolisian mencatat sedikitnya tujuh rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan akibat kuatnya tekanan ledakan.

Petugas pemadam kebakaran, kepolisian, hingga personel Gegana Brimob langsung di terjunkan untuk mengamankan lokasi sekaligus melakukan penanganan awal.

Polisi Duga Kebocoran Pipa Gas Jadi Pemicu

Hasil investigasi awal kepolisian mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyebut dugaan tersebut muncul setelah pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

“Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanam,” kata Jean Calvijn.

Meski demikian, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti ledakan.

Baca Juga :  Prabowo Dirikan Universitas Baru. Ini Fungsi dan Tujuannya!

Evakuasi Korban Berlangsung Sulit

Tim SAR gabungan bersama Basarnas segera melakukan pencarian terhadap tiga korban yang di duga tertimbun reruntuhan.

Sekitar 400 personel gabungan di terjunkan dalam operasi tersebut. Pencarian di pusatkan di lantai dua bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.

Korban pertama di temukan pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 02.20 WIB. Korban bernama Jesika, istri pemilik rumah, di temukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena struktur bangunan yang tidak stabil.

Selain berisiko ambruk kembali, akses menuju lantai dua juga sangat sempit sehingga memperlambat proses penyelamatan.

Dua Korban Lain Ditemukan pada Hari yang Sama

Pencarian kemudian di lanjutkan hingga sore hari.

Sekitar pukul 15.45 WIB, tim gabungan berhasil menemukan korban kedua bernama Ros yang bekerja di rumah tersebut.

Tak lama kemudian, korban terakhir bernama Sinta juga di temukan dalam kondisi meninggal dunia di area lantai dua bangunan.

Ros dan Sinta di ketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga serta babysitter di rumah tersebut.

Dengan di temukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi di nyatakan selesai.

Empat Orang Berhasil Selamat

Selain tiga korban meninggal, empat orang lainnya berhasil selamat dari insiden tersebut.

Mereka terdiri atas seorang balita perempuan berinisial J (2), Hasan yang merupakan orang tua pemilik rumah, seorang kurir bernama Yudha, serta seorang sopir yang identitasnya belum di ketahui.

Sementara itu, pemilik rumah berinisial J di ketahui tidak berada di lokasi saat ledakan terjadi.

Labfor: Dugaan Ledakan Berasal dari Dapur

Penyelidikan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengarah pada dugaan bahwa sumber ledakan berasal dari area dapur.

Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan tim menemukan indikasi kuat di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Koperasi Kelola Tambang, Ekonom Khawatir Jadi Lahan Basah Korupsi Baru

Menurut Roy, petugas menemukan kompor tanam dalam kondisi terangkat akibat tekanan ledakan. Selain itu, terminal gas untuk memasak juga berada di titik yang sama.

Hasil pemeriksaan menggunakan gas detector menunjukkan adanya konsentrasi gas yang bervariasi di dapur, dengan nilai sekitar 10 persen LEL (Lower Explosive Limit).

Roy menjelaskan, apabila gas terkumpul di ruang tertutup kemudian bertemu sumber pemantik, ledakan dapat terjadi dengan sangat kuat hingga merobohkan dinding dan bangunan di sekitarnya.

PGN Menutup Aliran Gas

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membenarkan bahwa kawasan Grand Polonia memang menggunakan jaringan pipa gas, termasuk rumah yang menjadi lokasi ledakan.

Sebagai langkah pengamanan, perusahaan langsung menghentikan aliran gas ke kawasan tersebut.

General Manager Regional 1 PT PGN Andi Sangga memastikan tidak ada lagi aliran gas yang masuk sehingga kondisi lingkungan di nilai aman.

Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan hasil temuan antara PGN dan kepolisian di pengaruhi waktu pemeriksaan.

Menurut Andi, tim PGN baru melakukan pengukuran sekitar pukul 21.30 WIB atau beberapa jam setelah ledakan terjadi. Dalam rentang waktu tersebut, konsentrasi gas diduga sudah banyak berubah.

Selain itu, metode pemeriksaan yang di gunakan PGN juga berbeda karena pengukuran di lakukan menggunakan alat laser methane mini dari luar area utama lokasi kejadian.

Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan

Usai proses evakuasi selesai, fokus penanganan kini beralih ke tahap penyelidikan.

Polisi bersama PGN dan Laboratorium Forensik terus mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV, hasil pemeriksaan lokasi, serta analisis forensik untuk memastikan penyebab pasti ledakan.

Hingga kini, rumah yang menjadi pusat ledakan masih dipasangi garis polisi dan dijaga ketat selama proses investigasi berlangsung. Temuan resmi mengenai penyebab insiden akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan selesai.

Berita Terkait

Prabowo Dirikan Universitas Baru. Ini Fungsi dan Tujuannya!
Profil Dody Hanggodo, Menteri PU yang Jadi Sorotan
BKN Izinkan ASN Naik Pangkat Melebihi Atasan
CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal dan Syarat Terbarunya
Koperasi Kelola Tambang, Ekonom Khawatir Jadi Lahan Basah Korupsi Baru
Breaking news : Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus
Diduga Hina Al-Qur’an Saat Live, MUI NTB Desak Polisi Bertindak
Cara Cek Penerima Bansos Juli 2026, PKH dan BPNT Mulai Cair
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:56 WIB

Kronologi Ledakan Rumah Mewah di Medan, 3 Orang Tewas

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:30 WIB

Prabowo Dirikan Universitas Baru. Ini Fungsi dan Tujuannya!

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:02 WIB

Profil Dody Hanggodo, Menteri PU yang Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:00 WIB

BKN Izinkan ASN Naik Pangkat Melebihi Atasan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:00 WIB

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal dan Syarat Terbarunya

Berita Terbaru

3 FILM KOREA
YANG BIKIN BAPER

Lifestyle

3 Film Korea Romantis Terbaik, Temani Akhir Pekanmu

Rabu, 29 Jul 2026 - 23:30 WIB

Modus baru pembobolan M-Banking

Edukasi

Modus Baru Pembobolan M-Banking, Begini Cara Mencegahnya

Rabu, 29 Jul 2026 - 21:58 WIB