Oketrends.com — Betty Bromage kembali mencuri perhatian setelah mencetak rekor wing walking pada usia 97 tahun. Aksi tersebut membuatnya menjadi perempuan tertua yang melakukan wing walking. Ia berdiri di atas sayap pesawat saat pesawat tersebut terbang. Menariknya, aksi ekstrem itu juga membawa misi sosial bagi rumah sakit yang pernah merawatnya.
Betty menjalani wing walking untuk keenam kalinya sejak pertama kali mencoba aksi tersebut pada usia 87 tahun. Kali ini, ia melakukannya setelah mengalami stroke pada 2025. Namun, rekor tersebut bukan satu-satunya tujuan Betty dalam penerbangan ekstrem itu. Ia juga memanfaatkan aksinya untuk menggalang dana bagi unit stroke di Cheltenham General Hospital.
Menurut Guinness World Records, Betty sebelumnya juga menggunakan wing walking untuk mengumpulkan dana amal. Karena itu, aksi ekstrem tersebut telah menjadi bagian dari kegiatan sosialnya. Betty memilih membantu rumah sakit yang pernah memberikan perawatan kepadanya. Langkah itu sekaligus menunjukkan hubungan personal antara aksinya dan misi penggalangan dana.
Dana untuk Unit Stroke Cheltenham General Hospital
Penggalangan dana Betty berlangsung melalui platform JustGiving. Kampanye tersebut mendukung Cheltenham & Gloucester Hospitals Charity. Dana yang terkumpul kemudian mendukung kebutuhan Unit Penanganan Stroke di Cheltenham General Hospital. Rumah sakit tersebut berada di Inggris.
Dana itu membantu rumah sakit membeli peralatan medis baru dan fasilitas penunjang. Selain itu, dukungan tersebut juga membantu kebutuhan pasien stroke dan tenaga medis. Dengan demikian, hasil penggalangan dana tidak hanya berfokus pada pencapaian rekor. Betty juga mengarahkan perhatian publik kepada kebutuhan pelayanan stroke.
Bentuk Terima Kasih Betty kepada Tim Medis
Betty merupakan mantan perawat yang pernah mengalami stroke parah pada Agustus 2025. Kondisi tersebut sempat membuat tulang panggulnya retak dan mengganggu kemampuan bicaranya. Setelah menjalani perawatan, Betty kembali mandiri dan mampu berjalan. Karena itu, ia memilih penggalangan dana sebagai bentuk terima kasih kepada tim medis yang merawatnya.
Selain pengalaman tersebut, Betty juga mendapat inspirasi dari sebuah tulisan di dinding rumah sakit tempatnya pernah bekerja. Tulisan itu mengingatkan seseorang agar melakukan kebaikan tanpa menundanya. Pesan tersebut kemudian memberi makna tersendiri bagi aksi amal yang Betty jalankan. Ia pun membawa semangat itu dalam kegiatan wing walking.
“Kita melewati dunia ini hanya sekali. Kebaikan apa pun yang bisa kita lakukan, lakukanlah sekarang.”
Dukungan dari Pihak Rumah Sakit
Imogen Sims dari Cheltenham and Gloucester Hospitals Charity turut mengapresiasi keberanian Betty. Menurutnya, staf rumah sakit sangat mengagumi keberanian perempuan berusia 97 tahun tersebut. Mereka juga merasa bersyukur karena aksinya memberikan manfaat bagi pasien stroke. Bantuan tersebut nantinya dapat mendukung pemulihan pasien selama bertahun-tahun.
Aksi penggalangan dana melalui wing walking bukan hal baru bagi Betty. Dari enam penerbangan ekstrem yang ia lakukan sejak usia 87 tahun, Betty selalu mendedikasikannya untuk kegiatan amal. Ia mengumpulkan dana bagi sejumlah badan amal lokal melalui aksi tersebut. Dengan begitu, wing walking menjadi bagian dari perjalanan sosial Betty.
Dana Terkumpul Capai £3.910
Kampanye resmi Betty melalui JustGiving mendapat respons besar dari masyarakat. Berdasarkan halaman penggalangan dana tersebut, donasi yang terkumpul mencapai £3.910 GBP. Jumlah itu setara sekitar Rp79,5 juta. Sementara itu, Betty sebelumnya menetapkan target awal sebesar £3.000 GBP.
Jumlah tersebut berhasil mencapai 130 persen dari target awal. Sebanyak 132 donatur ikut memberikan kontribusi dalam kampanye tersebut. Dukungan itu menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap aksi Betty. Selain memecahkan rekor, ia berhasil membawa misi penggalangan dana kepada masyarakat.
Dana Mendukung Peralatan dan Fasilitas Stroke
Seluruh dana terkumpul melalui kampanye tersebut masuk kepada Cheltenham & Gloucester Hospitals Charity. Lembaga tersebut kemudian menyalurkan dukungan bagi Unit Stroke di Cheltenham General Hospital. Dana itu membantu pengadaan peralatan medis canggih untuk kebutuhan pasien stroke. Selain itu, bantuan juga mendukung peningkatan fasilitas perawatan.
Pihak rumah sakit juga menggunakan dukungan tersebut untuk memperbaiki lingkungan bangsal dan ruang rawat inap. Perbaikan itu bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pasien selama pemulihan. Kemudian, dana juga membantu menyediakan fasilitas penunjang bagi staf medis. Dukungan tersebut mencakup dokter, perawat, dan terapis spesialis stroke.
Dampak Amal untuk Pasien Stroke
Pihak rumah sakit menilai sumbangan Betty dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Peralatan medis dan fasilitas baru dapat membantu kebutuhan pelayanan pasien stroke. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh pasien dalam waktu yang lebih panjang. Karena itu, aksi Betty tidak berhenti pada pencapaian rekor wing walking.
Melalui aksi tersebut, Betty menggabungkan keberanian dengan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan. Penggalangan dana itu membantu mendukung Unit Stroke di rumah sakit yang pernah merawatnya. Selain itu, kampanye tersebut mengajak masyarakat ikut memberikan dukungan melalui donasi. Dengan demikian, penerbangan ekstrem Betty membawa tujuan sosial yang kuat.
Pada usia 97 tahun, Betty kembali mencatatkan namanya melalui wing walking. Namun, kali ini aksinya juga membawa pesan tentang rasa terima kasih dan kepedulian. Ia mengarahkan hasil penggalangan dana kepada pasien stroke dan tenaga medis. (el/*) Oketrends.com











Komentar