Edminuddin Soroti Pemerataan Program Pemprov Jambi untuk Kerinci dan Sungai Penuh

Anggota DPRD Provinsi Jambi Edminuddin mempertanyakan pemerataan hibah pendidikan dan program umrah gratis.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 21:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Edminuddin soroti program Pemprov Jambi (pict by : Kayonews)

Edminuddin soroti program Pemprov Jambi (pict by : Kayonews)

Oketrends.com — Anggota DPRD Provinsi Jambi Edminuddin menyoroti pemerataan program Pemprov Jambi untuk Kerinci dan Sungai Penuh. Ia mempertanyakan alokasi sejumlah program yang menurutnya belum menyentuh kedua wilayah tersebut. Edminuddin menyampaikan sorotan itu dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Jumat (11/9/2026). Dalam rapat tersebut, ia mempertanyakan keadilan pemerintah dalam membagi manfaat program kepada masyarakat.

Rapat paripurna itu membahas laporan Badan Anggaran mengenai Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS 2026. Dalam kesempatan tersebut, Edminuddin menyoroti program pada Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jambi. Ia menyoroti bantuan hibah untuk yayasan pendidikan serta program umrah gratis. Menurut Edminuddin, kedua program tersebut belum memberikan bagian kepada Kerinci dan Sungai Penuh.

Soroti Hibah Pendidikan dan Umrah Gratis

Edminuddin kemudian menyampaikan data yang menjadi dasar sorotannya dalam rapat tersebut. Ia menyebut tidak ada yayasan pendidikan dari Kerinci dan Sungai Penuh yang menerima hibah tersebut. Selain itu, ia menyoroti program umrah gratis yang mencakup 36 orang dari Provinsi Jambi. Namun, menurutnya, tidak ada peserta yang berasal dari Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.

“Di Kesra, itu hibah pendidikan, yayasan pendidikan, satu pun tidak ada dapat Kerinci dan Sungai Penuh. Kemudian yang kedua, umrah gratis 36 orang dari Provinsi Jambi. Satu pun tidak ada dari Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Apakah ini yang namanya adil?” kata Edminuddin.

Baca Juga :  Polda Jambi Bongkar Pembobolan Bank Jambi Rp144,82 Miliar

Menurut Edminuddin, persoalan tersebut baru terlihat pada satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jambi. Karena itu, ia menilai masih ada kemungkinan persoalan serupa muncul pada alokasi program organisasi perangkat daerah lainnya. Ia kemudian mempertanyakan pemerataan program pemerintah untuk Kerinci dan Sungai Penuh. Sorotan tersebut lantas berkembang menjadi kritik terhadap perhatian Pemprov Jambi kepada kedua wilayah.

Minta Kerinci dan Sungai Penuh Tidak Dianaktirikan

Edminuddin menyebut masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh terus merasakan perlakuan yang menurutnya tidak adil. Bahkan, ia meminta pemerintah melepaskan kedua wilayah tersebut jika memang menganggapnya sebagai anak tiri. Pernyataan itu ia sampaikan secara terbuka dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi. Selain itu, ia menyinggung kemungkinan Kerinci kembali menjadi bagian dari Sumatera Barat.

“Kalau memang Kerinci dan Sungai Penuh itu dianggap anak tiri, lepaskan kami dari Provinsi Jambi. Kalau Kerinci bukan bagian, tidak dianggap, kembalikan kami ke Sumatera Barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Aturan Baru! Kejaksaan Kini Libatkan Hukum Adat dalam Penyelesaian Perkara Pidana

Ungkit Sejarah Kerinci Bergabung dengan Jambi

Selain membahas alokasi program, Edminuddin juga mengungkit sejarah Kerinci bergabung dengan Provinsi Jambi pada 1957. Menurutnya, Kerinci sebelumnya masuk dalam wilayah Sumatera Barat. Ia menilai bergabungnya Kerinci menjadi bagian penting dalam pembentukan Provinsi Jambi. Karena itu, ia mengaitkan sejarah tersebut dengan perhatian pemerintah terhadap Kerinci saat ini.

Edminuddin kemudian menyinggung kemungkinan perkembangan Kerinci jika wilayah tersebut tetap berada di Sumatera Barat. Ia menyampaikan pandangan itu setelah membahas sejarah perpindahan Kerinci. Menurutnya, Kerinci mungkin mengalami perkembangan berbeda jika tetap bersama Sumatera Barat. Pernyataan tersebut kembali mempertegas kritiknya terhadap perhatian Pemprov Jambi.

“Kalau Kerinci tetap di Sumatera Barat, mungkin Kerinci sudah jauh lebih maju,” katanya.

Sorotan Edminuddin berawal dari program hibah pendidikan dan umrah gratis pada Biro Kesra Pemprov Jambi. Menurutnya, kedua program tersebut belum memberikan bagian kepada Kerinci dan Sungai Penuh. Ia juga menegaskan bahwa persoalan tersebut baru mencakup satu perangkat daerah. Karena itu, kritik mengenai pemerataan program untuk Kerinci dan Sungai Penuh kembali mengemuka dalam rapat paripurna. (el/*)

Berita Terkait

Afuan Soroti Program Pro Jambi, Beasiswa Diminta Terus Ditingkatkan
Razia Pajak Kerinci Temukan Mobil Dinas PUPR Sungai Penuh Tunggak Lima Tahun
10.000 Masker Dibagikan di Sungai Penuh, RRI dan SMSI Soroti Kabut Asap
Kabar Gembira! 196 CPNS Sungai Penuh Segera Terima SK Pengangkatan
Kabut Asap Kepung Kalimantan, BMKG Tegaskan Kabut Kerinci Bukan Kiriman
Jambi Jadi Destinasi Favorit Gen Z, 3 Wisata Ini Tawarkan Pengalaman Tak Sekadar Foto
Siswi SMAN 2 Sungai Penuh Bawa Merah Putih dalam Kirab HUT RI ke-81 Kemarin
30 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Kerinci 2026, Ini Daftar Sekolahnya
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:29 WIB

Edminuddin Soroti Pemerataan Program Pemprov Jambi untuk Kerinci dan Sungai Penuh

Minggu, 13 September 2026 - 20:52 WIB

Afuan Soroti Program Pro Jambi, Beasiswa Diminta Terus Ditingkatkan

Sabtu, 12 September 2026 - 17:40 WIB

Razia Pajak Kerinci Temukan Mobil Dinas PUPR Sungai Penuh Tunggak Lima Tahun

Kamis, 10 September 2026 - 15:24 WIB

10.000 Masker Dibagikan di Sungai Penuh, RRI dan SMSI Soroti Kabut Asap

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kabar Gembira! 196 CPNS Sungai Penuh Segera Terima SK Pengangkatan

Berita Terbaru

Prabowo hadiri KTT BRICS 2026

Internasional

Presiden Prabowo Hadiri Hari Kedua KTT BRICS 2026 di India

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:35 WIB