Oketrends.com – Anggota DPRD Provinsi Jambi Afuan Yuza Putra menyoroti efektivitas program Pro Jambi. Ia meminta pemerintah tetap memprioritaskan program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Menurut Afuan, program beasiswa menunjukkan realisasi yang sangat baik. Karena itu, ia mendukung pemerintah mempertahankan sekaligus meningkatkan program tersebut.
Afuan menyampaikan pandangan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Jumat (11/9/2026). Ia menilai masyarakat luas dapat merasakan manfaat program beasiswa secara langsung. Selain itu, Afuan meminta pemerintah mempertahankan program tersebut dalam perubahan KUA-PPAS 2026. Ia juga mendorong peningkatan anggaran jika kondisi memungkinkan.
“Penting kami sampaikan agar efektivitas program Pro Jambi harusnya ditingkatkan, terutama program Pro Jambi yang manfaat penerimanya menyentuh langsung kepada masyarakat, seperti beasiswa yang realisasinya sangat baik hendaknya dipertahankan atau bahkan saya mendukung untuk ditingkatkan,” ujar Afuan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (11/9/2026).
Afuan Soroti Arah Anggaran Jambi
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bagian dari refleksi dua tahun Afuan sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi. Selama masa tersebut, ia mewakili masyarakat dari daerah pemilihan Kerinci dan Sungai Penuh. Karena itu, ia menyampaikan sejumlah catatan mengenai pelaksanaan program pemerintah. Catatan tersebut juga berkaitan dengan arah kebijakan anggaran Provinsi Jambi.
“Dua hari yang lalu, tepat dua tahun masa jabatan kami sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi. Dengan demikian, penting kami sampaikan sebagai bahan refleksi dua tahun di DPRD Jambi mewakili Kerinci-Sungai Penuh,” katanya.
Dalam rapat itu, Afuan turut menyoroti kondisi APBD Provinsi Jambi tahun 2025 yang mencapai Rp4,5 triliun. Sementara itu, pemerintah menargetkan pendapatan tahun 2026 meningkat sebesar 5,77 persen. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar penataan belanja tidak sekadar menjadi pergeseran administratif. Menurut Afuan, anggaran perlu menjawab berbagai persoalan struktural di Jambi.
Selanjutnya, Afuan mempertanyakan substansi penyesuaian belanja dalam perubahan anggaran tersebut. Ia meminta rekonfigurasi postur APBD memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia menilai arah anggaran perlu mengikuti visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur Jambi. Menurutnya, perubahan anggaran harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Pertanyaannya, apakah penyesuaian belanja ini benar-benar menjawab persoalan struktural Jambi atau sekadar pergeseran administratif?” ucap Afuan.
Pemerataan Program Jadi Perhatian
Afuan juga menekankan pentingnya pemerataan program di seluruh daerah pemilihan Provinsi Jambi. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian kepada setiap wilayah melalui pelaksanaan program yang merata. Selain itu, ia menyinggung keterwakilan Kerinci dan Sungai Penuh yang memiliki enam anggota DPRD. Namun, jumlah tersebut tidak mengurangi kebutuhan pemerataan program di setiap wilayah.
Afuan menyampaikan hal tersebut sebagai bagian dari fungsi representasi daerah pemilihannya. Ia juga meminta pemerintah tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh daerah dalam menjalankan kebijakan. Menurutnya, pemerataan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tingkat provinsi. Karena itu, setiap dapil perlu memperoleh perhatian dalam realisasi program pemerintah.
“Pemerataan realisasi program menjadi penting terhadap seluruh dapil se-Provinsi Jambi. Meskipun kami keterwakilan Kerinci-Sungai Penuh hanya enam orang,” tegasnya.
OPD Diminta Maksimalkan Kinerja
Di sisi lain, Afuan meminta Organisasi Perangkat Daerah atau OPD menjalankan program pemerintah secara maksimal. Ia menilai OPD memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah ke lapangan. Karena itu, setiap perangkat daerah perlu menunjukkan kinerja yang optimal. Afuan juga mengaitkan kinerja OPD dengan kritik yang mengarah kepada Gubernur Jambi.
Kemudian, Afuan memberikan peringatan kepada OPD yang tidak mampu menjalankan tugasnya. Ia meminta perangkat daerah mendukung pelaksanaan program pemerintah secara optimal. Selain itu, OPD perlu menunjukkan tanggung jawab melalui kinerja yang nyata. Menurutnya, kinerja OPD turut menentukan keberhasilan pelaksanaan program pemerintah.
“Sebagai catatan, guna menjawab kritik yang ditujukan kepada Gubernur, OPD selaku pembantu Gubernur kami minta bekerja dengan maksimal. Jika tidak mampu, silakan mundur,” ujar Afuan tegas.
Afuan juga meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah bertindak bijak dan adil saat menyelesaikan anggaran belanja. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kebijakan anggaran tidak menimbulkan kecemburuan antar-OPD. Selain itu, ia menempatkan kritik tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Fungsi tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur birokrasi tetap fokus memberikan pelayanan publik.
Pada akhir penyampaiannya, Afuan kembali mengingatkan peran pejabat dan wakil rakyat sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Jambi. Karena itu, peningkatan efektivitas program Pro Jambi menjadi salah satu perhatian yang ia sampaikan. “Kenapa ini kami suarakan, agar kita semua pelayan masyarakat menyadari bahwa lillahita’ala perjuangan ini sesungguhnya untuk kesejahteraan masyarakat Jambi,” pungkas Afuan. Oketrends.com (el/*)











Komentar