Ikan Kakaktua, Penghasil Pasir yang Bisa Berganti Kelamin

Fakta Unik Ikan Kakaktua: Tidur Pakai Kepompong hingga Makan Karang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fakta unik ikan kakaktua (parrotfish)

Fakta unik ikan kakaktua (parrotfish)

Kenapa pasir di pantai ga habis-habis? Ikan ini jawabannya

OKETRENDS.COM – Ikan kakaktua atau parrotfish di kenal sebagai salah satu penghuni terumbu karang paling unik di lautan tropis. Hewan ini bukan hanya memiliki warna tubuh yang mencolok, tetapi juga menyimpan berbagai kemampuan luar biasa. Mulai dari memakan karang, berganti kelamin berkali-kali sepanjang hidup, hingga tidur menggunakan kepompong lendir, semuanya menjadikan ikan ini berbeda dari spesies laut lainnya.

Keunikan tersebut membuat parrotfish menjadi salah satu ikan yang paling menarik perhatian para ilmuwan sekaligus berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.

Memakan Karang untuk Mendapatkan Alga

Makanan utama ikan kakaktua adalah alga yang tumbuh di dalam karang. Untuk mendapatkannya, ikan ini menggigit potongan karang menggunakan giginya yang kuat, lalu menghancurkannya dengan gigi penggiling yang berada di bagian tenggorokan.

Proses tersebut membuat karang yang tidak tercerna berubah menjadi butiran halus. Karena itu, sebagian pasir yang di temukan di wilayah habitat ikan kakaktua sebenarnya berasal dari sisa karang yang di keluarkan melalui kotorannya.

Bisa Berganti Kelamin Berkali-kali

Keunikan lain dari parrotfish adalah kemampuannya berganti kelamin lebih dari satu kali selama hidupnya. Selain itu, warna dan pola tubuhnya juga dapat berubah secara signifikan.

Baca Juga :  Jambi Jadi Destinasi Favorit Gen Z, 3 Wisata Ini Tawarkan Pengalaman Tak Sekadar Foto

Perbedaan warna tersebut bahkan bisa terjadi antara jantan, betina, maupun ikan muda dari spesies yang sama. Variasi inilah yang membuat para peneliti kerap mengalami kesulitan dalam mengelompokkan spesies ikan kakaktua hanya berdasarkan penampilan fisiknya.

Peran Penting bagi Ekosistem Laut

Selain memiliki berbagai keunikan biologis, ikan kakaktua juga berperan besar dalam menjaga kesehatan terumbu karang. Aktivitasnya memakan alga membantu mencegah pertumbuhan alga berlebihan yang dapat mengganggu perkembangan karang.

Ternyata sebagian besar pasir pantai berasal dari ikan ini

Di sisi lain, proses penghancuran karang yang di lakukan ikan ini turut menghasilkan pasir alami di kawasan pesisir tropis. Tak heran jika parrotfish sering di sebut sebagai salah satu spesies penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Satu ikan parrot ini bias menghasilkan sekitar 300-700 kg pasir setiap tahun, tergantung spesies dan ukurannya.

Tidur dengan Kepompong Lendir

Saat malam tiba, beberapa spesies ikan kakaktua memiliki cara tidur yang tidak biasa. Mereka membungkus tubuhnya dengan kepompong transparan yang terbuat dari lendir.

Baca Juga :  Dukcapil Kerinci Rekam KTP-el ODGJ Langsung di Rumah

Lendir itu di produksi oleh organ yang berada di bagian kepala. Para ilmuwan menduga kepompong tersebut berfungsi menyamarkan aroma tubuh ikan sehingga lebih sulit di deteksi predator nokturnal, seperti belut moray.

Hidup di Terumbu Karang Tropis

Parrotfish merupakan kerabat dekat ikan wrasse dan tersebar luas di kawasan terumbu karang tropis di berbagai samudra dunia.

Hingga kini, sekitar 80 spesies ikan kakaktua telah berhasil di identifikasi. Ukurannya pun sangat beragam, mulai dari kurang dari 30 sentimeter hingga sekitar 1,2 meter atau empat kaki.

Menjadi Hidangan Istimewa di Sejumlah Negara

Di Amerika Serikat, daging ikan kakaktua jarang di konsumsi. Namun, kondisinya berbeda di beberapa wilayah lain di dunia yang menganggapnya sebagai makanan istimewa.

Di Polinesia, misalnya, ikan ini biasa di sajikan dalam keadaan mentah. Pada masa lampau, hidangan tersebut bahkan di kenal sebagai “makanan kerajaan” karena hanya boleh di santap oleh raja. (ell/Natgeo)

Berita Terkait

Gurun Mesir Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Ungkap Kehidupan Puluhan Juta Tahun Lalu
Benua Australia Bergerak Cepat, Benarkah Lempeng Indo-Australia Mulai Terbelah?
Mitos atau Fakta, Kucing Bisa Prediksi Cuaca? Sains Ungkap Jawabannya
Tau Gak Sih? Kecoa Langsung Bersihkan Diri Usai Sentuh Kulit Manusia
Mom, How Do I? Kanal Robyn yang Jadi Teman Belajar Tanpa Sosok Ibu
Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerimanya
Buku Langka Dimusnahkan demi AI, Mengapa Praktik Ini Tuai Kontroversi?
Usia Terbaik Program Bayi Tabung, Jangan Tunggu Terlambat
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

Gurun Mesir Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Ungkap Kehidupan Puluhan Juta Tahun Lalu

Sabtu, 12 September 2026 - 15:40 WIB

Benua Australia Bergerak Cepat, Benarkah Lempeng Indo-Australia Mulai Terbelah?

Sabtu, 12 September 2026 - 13:40 WIB

Mitos atau Fakta, Kucing Bisa Prediksi Cuaca? Sains Ungkap Jawabannya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Tau Gak Sih? Kecoa Langsung Bersihkan Diri Usai Sentuh Kulit Manusia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Mom, How Do I? Kanal Robyn yang Jadi Teman Belajar Tanpa Sosok Ibu

Berita Terbaru