900 Ular Lepas Saat Banjir China, Warga Diminta Waspada

Banjir Bandang di China Bikin Ratusan Ular Berkeliaran, Ada Kobra Berbisa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

900 ular lepas saat banjir di China

900 ular lepas saat banjir di China

Banjir Bandang di China Bikin Ratusan Ular Berkeliaran, Ada Kobra Berbisa
Banjir Bandang di China Bikin Ratusan Ular Berkeliaran, Ada Kobra Berbisa

OKETRENDS.COM – Sekitar 900 ular lepas saat banjir di China  setelah dua bendungan di wilayah Guangxi, China, jebol akibat hujan ekstrem yang di picu oleh topan himgga menyebabkan banjir besar. Bencana ini memaksa pemerintah setempat meningkatkan respons darurat, mengerahkan operasi penyelamatan, dan mengevakuasi warga terdampak ke tempat yang aman.

Banjir besar yang dipicu Topan Maysak tak hanya merendam permukiman dan memaksa ribuan warga mengungsi di China selatan. Bencana itu juga memicu situasi yang tak kalah mengerikan: hampir 900 ular, termasuk kobra berbisa, lepas dari sebuah fasilitas penangkaran dan menyebar ke kawasan permukiman.

Satu Warga Di gigit Ular

Peristiwa ini terjadi pada 6 Juli dan mulai ramai di perbincangkan di media sosial sehari kemudian. Pada Selasa (7/7), sejumlah warganet membagikan tangkapan layar serta video yang memperlihatkan peternakan ular di Desa Dengwei hancur di terjang banjir.

Unggahan itu juga berisi peringatan kepada warga sekitar agar lebih berhati-hati. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyebut ada penduduk desa yang di gigit ular dan mengalami keterbatasan akses terhadap obat-obatan maupun layanan medis.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Faktanya

Kepala Komite Desa Dengwei, Wu Zhi, mengatakan pihaknya memperkirakan sekitar 800 hingga 900 ular berhasil keluar dari peternakan setelah hanyut di terjang banjir.

“Kejadian ini terjadi pada 6 Juli. Menurut perkiraan awal kami, sekitar 800 hingga 900 ular melarikan diri setelah peternakan tersebut hanyut terbawa banjir.”

Wu juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini satu warga telah menjadi korban gigitan ular dan sedang menjalani penanganan darurat di rumah sakit.

“Sejauh ini satu warga desa telah di gigit ular dan sedang menerima perawatan darurat di rumah sakit.”

Tidak Semua Ular Berbisa

Meski demikian, Wu menegaskan tidak seluruh ular yang lepas merupakan spesies berbisa. Sebagian besar adalah ular air yang tidak berbahaya bagi manusia.

Namun, peternakan tersebut juga memelihara beberapa jenis ular lain, termasuk kobra dan ular tikus raja. Karena itu, warga tetap di minta waspada terhadap kemungkinan bertemu ular berbisa di sekitar area yang terdampak banjir.

Baca Juga :  Trump Atur Strategi Baru, Dekati Suriah untuk Jalur Baru Gantikan Hormuz!

Waduk Jebol Jadi Pemicu

Seorang warga bernama Shen dari Kota Yunbiao menjelaskan bahwa lokasi peternakan berada di kawasan dataran rendah yang berada di lereng perbukitan.

Menurutnya, jebolnya Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao menyebabkan banjir meluas ke area peternakan. Akibatnya, ular dari beberapa peternakan skala kecil ikut terbawa arus dan menyebar ke lingkungan sekitar.

Peternak lokal bernama Lei memperkirakan jumlah ular yang kabur dari sejumlah peternakan kecil kemungkinan cukup banyak. Meski begitu, ia menilai sebagian besar ular yang terlalu lama terendam banjir berpotensi tidak dapat bertahan hidup.

Warga Bentuk Tim Penangkap Ular

Setelah situasi mulai terkendali, puluhan warga dari desa-desa sekitar yang tidak terdampak banjir secara sukarela membentuk tim penangkap ular.

Langkah tersebut di lakukan untuk membantu petugas mengurangi risiko ular memasuki permukiman warga. Di sisi lain, masyarakat tetap di imbau mengutamakan keselamatan dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan ular di lingkun gan sekitar.

Berita Terkait

Maeurn Smiles, Model OnlyFans yang Berjuang Bangun Sekolah di Kampung Halaman
Bos Sushi Jepang Ini Disebut Bantu Bajak Laut Somalia Beralih Menjadi Nelayan Tuna
Sungai Eropa Makin Dangkal, Danube Pecahkan Rekor Permukaan Air
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Jadi Orang Tertua di Dunia
Perempuan Dunia Berkumpul di Korea Selatan, Bahas Peran Strategis dalam Perdamaian Global
Presiden Prabowo Hadiri Hari Kedua KTT BRICS 2026 di India
Gurun Mesir Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Ungkap Kehidupan Puluhan Juta Tahun Lalu
Benua Australia Bergerak Cepat, Benarkah Lempeng Indo-Australia Mulai Terbelah?
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Maeurn Smiles, Model OnlyFans yang Berjuang Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Bos Sushi Jepang Ini Disebut Bantu Bajak Laut Somalia Beralih Menjadi Nelayan Tuna

Senin, 21 September 2026 - 14:20 WIB

Sungai Eropa Makin Dangkal, Danube Pecahkan Rekor Permukaan Air

Sabtu, 19 September 2026 - 18:33 WIB

Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Jadi Orang Tertua di Dunia

Sabtu, 19 September 2026 - 16:33 WIB

Perempuan Dunia Berkumpul di Korea Selatan, Bahas Peran Strategis dalam Perdamaian Global

Berita Terbaru