Perpisahan Aisyah Islamic Preschool Sarat Makna

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perpisahan Aisyah Islamic Preschool Sungai Penuh

Perpisahan Aisyah Islamic Preschool Sungai Penuh

Perpisahan Aisyah Islamic Preschool Sungai Penuh Berlangsung Sederhana dan Penuh Makna

oketrends.com – Perpisahan Aisyah Islamic Preschool Sungai Penuh yang di gelar pada Jumat pagi 17 Juni 2026 pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kebahagiaan. Kegiatan yang menjadi penutup tahun ajaran tersebut di hadiri orang tua, keluarga siswa, serta para guru yang bersama-sama menyaksikan momen spesial bagi anak-anak.

Sejak acara dimulai, suasana ceria langsung terasa. Berbagai penampilan yang dipersembahkan para siswa sukses menghibur para tamu undangan. Tingkah polos dan ekspresi percaya diri anak-anak di atas panggung beberapa kali mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.

Konsep Sederhana yang Mendapat Apresiasi

Berbeda dengan sebagian acara perpisahan sekolah yang identik dengan kemewahan, Aisyah Islamic Preschool memilih konsep yang sederhana namun tetap berkesan. Sekolah tidak mewajibkan penggunaan busana glamor maupun riasan berlebihan bagi peserta didik.

Seluruh siswa tampil mengenakan seragam sekolah bertema profesi dokter. Sebagai pengganti toga wisuda, anak-anak memakai stetoskop yang menggantung di leher mereka.

Konsep tersebut menghadirkan nuansa yang unik sekaligus edukatif. Selain mencerminkan dunia anak-anak yang penuh cita-cita, pendekatan ini juga membuat acara tetap sederhana tanpa mengurangi makna perpisahan.

Baca Juga :  10.000 Masker Dibagikan di Sungai Penuh, RRI dan SMSI Soroti Kabut Asap

Sertifikat dan Plakat Jadi Kenang-kenangan

Pada momen puncak acara, setiap siswa menerima sertifikat serta plakat yang memuat foto diri mereka masing-masing. Kenang-kenangan tersebut menjadi simbol apresiasi atas proses belajar dan perkembangan yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan di Aisyah Islamic Preschool.

Bagi para orang tua, momen penyerahan sertifikat dan plakat menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut sebagai kenangan berharga bersama anak-anak.

Guru Tampil Sederhana Tanpa MUA

Kesederhanaan acara juga terlihat dari penampilan para guru. Mereka hadir dengan rapi dan elegan tanpa harus menggunakan jasa make up artist (MUA) ataupun atribut yang berlebihan.

Fokus utama kegiatan benar-benar tertuju pada kebahagiaan anak-anak dan pencapaian mereka. Dengan konsep tersebut, suasana acara terasa lebih hangat dan dekat dengan nilai-nilai pendidikan yang ingin di tanamkan kepada peserta didik.

Baca Juga :  Bukan Buahnya, Ternyata Getah Pepaya Jadi Bagian Paling Mahal, Ini Alasannya

Tidak Membebani Orang Tua

Konsep perpisahan yang diterapkan Aisyah Islamic Preschool mendapat respons positif dari banyak wali murid. Selain tetap menghadirkan suasana yang meriah, kegiatan tersebut tidak menuntut biaya besar dari orang tua.

Di tengah tren acara perpisahan yang kerap memerlukan pengeluaran tambahan untuk kostum, riasan, hingga perlengkapan seremoni, sekolah memilih pendekatan yang lebih sederhana dan terjangkau.

Langkah tersebut di nilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi orang tua murid. Dengan begitu, seluruh keluarga dapat menikmati momen perpisahan tanpa terbebani biaya yang tidak perlu.

Mengedepankan Nilai, Bukan Kemewahan

Perpisahan tahun ini menjadi bukti bahwa sebuah acara sekolah tidak harus identik dengan kemewahan untuk meninggalkan kesan mendalam. Justru melalui kesederhanaan, nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghargaan terhadap proses belajar dapat tersampaikan dengan lebih kuat.

Aisyah Islamic Preschool Sungai Penuh menunjukkan bahwa perpisahan sekolah dapat berlangsung meriah, hangat, dan bermakna tanpa harus menguras biaya. Sebuah konsep yang mendapat apresiasi dari banyak pihak dan layak menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya. (ell)

Penulis : ELL

Editor : ELL

Berita Terkait

Sejarah Kerinci: Jejak Depati Parbo, Adat Leluhur, dan Aksara Incung
Enam Atlet Jambi Perkuat Indonesia di Asian Games 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Dinkes Kerinci Bawa Proposal RSUD ke Kemenkes, Perjuangkan Dukungan Fasilitas dan Operasional
Edminuddin Soroti Pemerataan Program Pemprov Jambi untuk Kerinci dan Sungai Penuh
Afuan Soroti Program Pro Jambi, Beasiswa Diminta Terus Ditingkatkan
Razia Pajak Kerinci Temukan Mobil Dinas PUPR Sungai Penuh Tunggak Lima Tahun
10.000 Masker Dibagikan di Sungai Penuh, RRI dan SMSI Soroti Kabut Asap
10 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Mengurangi Lemak Perut
Berita ini 177 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Sejarah Kerinci: Jejak Depati Parbo, Adat Leluhur, dan Aksara Incung

Selasa, 22 September 2026 - 14:43 WIB

Enam Atlet Jambi Perkuat Indonesia di Asian Games 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Jumat, 18 September 2026 - 10:45 WIB

Dinkes Kerinci Bawa Proposal RSUD ke Kemenkes, Perjuangkan Dukungan Fasilitas dan Operasional

Minggu, 13 September 2026 - 21:29 WIB

Edminuddin Soroti Pemerataan Program Pemprov Jambi untuk Kerinci dan Sungai Penuh

Minggu, 13 September 2026 - 20:52 WIB

Afuan Soroti Program Pro Jambi, Beasiswa Diminta Terus Ditingkatkan

Berita Terbaru