OKETRENDS.COM – Tornado dahsyat di China Hubei memicu kerusakan besar sekaligus insiden yang bikin merinding. Sedikitnya 11 orang meninggal dunia dan lebih dari 330 orang mengalami luka-luka setelah angin puting beliung berkekuatan ekstrem menerjang wilayah tersebut pada Senin, 6 Juli.
Bukan cuma menghancurkan ribuan bangunan, pusaran angin itu juga menyeret seorang pria berusia 30 tahun keluar dari apartemen lantai 12 bersama beberapa perabot rumahnya.
Pria Terlempar Bersama Sofa dan Lemari
Insiden mengejutkan itu terjadi di Kota Huanggang, salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah.
Korban yang di ketahui bermarga Zhang di laporkan tersedot keluar dari apartemennya bersama sebuah sofa dan lemari akibat terpaan angin yang sangat kuat.
Sepupunya yang bermarga Liu, penghuni lantai 20 gedung yang sama, langsung turun memeriksa keadaan setelah melihat jendela tetangga pecah di terjang angin.
Saat mengetuk pintu apartemen Zhang, Liu mendengar istri korban menangis sambil berteriak bahwa suaminya telah jatuh dari gedung.
Tanpa pikir panjang, Liu berlari ke bawah untuk mencari Zhang.
“Saat saya menemukannya, dia sudah tidak sadarkan diri dan hanya bernapas sangat pelan,” ujar Liu kepada media Xiaoxiang Morning Herald, seperti dikutip Channel News Asia.
Korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Angin Capai 257 Kilometer per Jam
Berdasarkan laporan CNN yang mengutip Xinhua News Agency, tornado tersebut membawa angin dengan kecepatan hingga 160 mil per jam atau sekitar 257 kilometer per jam.
Kekuatan angin itu menghancurkan rumah-rumah warga, membalikkan kendaraan, merusak lahan pertanian, dan menyebabkan lebih dari 4.855 rumah mengalami kerusakan di seluruh Provinsi Hubei.
Tim penyelamat juga di terjunkan ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu evakuasi warga serta membersihkan puing-puing bangunan.
Tornado Termasuk Fenomena Langka di Hubei
Meski di kenal memiliki musim hujan yang cukup aktif, tornado sebenarnya bukan fenomena yang sering terjadi di Hubei.
CNN melaporkan tornado terakhir di provinsi tersebut tercatat pada Mei 2021.
Para ahli menyebut cuaca ekstrem ini di picu Topan Maysak. Badai itu bertemu dengan musim hujan awal musim panas di kawasan tersebut. Kombinasi itu menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil hingga memicu terbentuknya tornado.
China Masih Di hantam Cuaca Ekstrem
Bencana ini menambah daftar cuaca ekstrem yang melanda China dalam beberapa waktu terakhir.
Di saat yang sama, wilayah selatan China masih di landa banjir akibat hujan deras. Sementara itu, kawasan barat laut baru saja di terjang longsor mematikan.
Rangkaian bencana ini menunjukkan cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba. Dampaknya pun besar, terutama di wilayah yang jarang mengalami tornado.











Komentar