Buku Langka Dimusnahkan demi AI, Mengapa Praktik Ini Tuai Kontroversi?

Digital bukan selalu pengganti sempurna bagi buku fisik yang autentik.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buku langka dimusnahkan setelah dipindai AI

Buku langka dimusnahkan setelah dipindai AI

OKETRENDS.COM – Kemajuan kecerdasan buatan menghadirkan banyak kemudahan dalam mengolah informasi. Namun, perkembangan itu juga memunculkan perdebatan baru. Salah satunya menyangkut praktik pemusnahan buku fisik setelah proses pemindaian untuk kebutuhan pelatihan AI. Peristiwa ini mengingatkan bahwa salinan digital tidak selalu memiliki nilai yang sama dengan karya aslinya.

Representasi digital memang mampu menyimpan isi sebuah buku. Namun, salinan tersebut tidak dapat menggantikan nilai historis dan autentisitas versi fisik. Karena itu, banyak pihak menilai masyarakat perlu membedakan antara informasi digital dan aset asli yang memiliki nilai budaya.

Mengapa Buku Fisik Di musnahkan?

Perusahaan teknologi membeli jutaan buku cetak secara legal. Selanjutnya, mereka memindai seluruh isi buku menjadi format digital. Setelah proses selesai, sebagian perusahaan menghancurkan bentuk fisik buku tersebut. Langkah ini memicu perdebatan di berbagai kalangan.

Pertama, perusahaan membutuhkan sumber data yang bersih. Saat ini, internet di penuhi konten hasil kecerdasan buatan. Oleh sebab itu, buku cetak, terutama terbitan lama, di anggap lebih akurat untuk melatih model bahasa AI.

Baca Juga :  Cara Live Streaming TikTok Lebih Interaktif & Cuan!

Selain itu, perusahaan memanfaatkan strategi hukum tertentu. Mereka hanya menyimpan satu salinan digital dari buku yang di beli secara sah. Dengan cara tersebut, perusahaan berupaya mematuhi ketentuan kepemilikan berdasarkan prinsip first-sale doctrine.

Di sisi lain, alasan efisiensi juga menjadi pertimbangan. Proses pemindaian destruktif berlangsung lebih cepat di bandingkan pemindaian manual. Mesin pemotong hidrolik mempercepat pekerjaan sekaligus menekan biaya operasional.

Dampak yang Memicu Kontroversi

Praktik tersebut menimbulkan kekhawatiran besar. Banyak buku langka dan edisi terbatas hilang secara permanen. Akibatnya, generasi mendatang tidak lagi dapat menikmati bentuk fisik karya tersebut.

Selain itu, toko buku bekas, penulis, dan sejarawan menyampaikan protes. Mereka menilai industri teknologi mengorbankan warisan budaya demi memenuhi kebutuhan pengembangan AI. Karena itu, perdebatan etika terus berkembang hingga sekarang.

Baca Juga :  5 Tablet Support SIM Card Terbaik 2026, Ada Samsung

Di sisi hukum, persoalan juga belum sepenuhnya selesai. Pengadilan pernah menilai pemindaian destruktif atas buku yang di beli secara sah dapat masuk kategori fair use. Namun, perusahaan seperti Anthropic tetap menghadapi gugatan karena menggunakan basis data digital lain yang di duga melanggar aturan hak cipta.

Pelajaran yang Dapat Di ambil

Peristiwa ini memberikan pelajaran penting. Teknologi memang mempermudah akses terhadap pengetahuan. Namun, masyarakat tetap perlu menghargai keberadaan aset fisik yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Karena itu, salinan digital sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti mutlak. Dengan menjaga keseimbangan tersebut, perkembangan teknologi dapat berjalan tanpa mengabaikan warisan intelektual yang bernilai tinggi. (el/el)

Berita Terkait

Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerimanya
FF Kipas APKPure Ramai Dicari, Benarkah Bisa Kurangi Lag Free Fire?
Usia Terbaik Program Bayi Tabung, Jangan Tunggu Terlambat
Modus Baru Pembobolan M-Banking, Begini Cara Mencegahnya
Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap, Dzikir Arab, Latin, dan Artinya
Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik, Bisa Tembus Rp24 Juta
Kode Redeem Mobile Legends 26 Juli 2026 Terbaru, Klaim Diamond Gratis
Fantasy Space Xi’an, Wisata Indoor Futuristik yang Lagi Hits
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerimanya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:00 WIB

FF Kipas APKPure Ramai Dicari, Benarkah Bisa Kurangi Lag Free Fire?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Buku Langka Dimusnahkan demi AI, Mengapa Praktik Ini Tuai Kontroversi?

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Usia Terbaik Program Bayi Tabung, Jangan Tunggu Terlambat

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58 WIB

Modus Baru Pembobolan M-Banking, Begini Cara Mencegahnya

Berita Terbaru