OKETRENDS.COM, SUNGAI PENUH – Kenduri Sko (atau Kenduri Pusako) adalah tradisi adat sakral dan pesta syukuran masyarakat Suku Kerinci di Provinsi Jambi. Ritual ini berpusat pada pengukuhan gelar perangkat adat (pemangku adat) serta pembersihan benda-benda pusaka warisan leluhur.
Luhah Rio Jayo Sungai Penuh menurunkan dan membersihkan benda pusaka yang tersimpan di Rumah Gedang Rio Jayo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh. Prosesi tersebut juga melibatkan masyarakat Rio Jayo.. Acara Kenduri Sko 6 Luhah (Enam Luhah) mencakup gabungan dari wilayah adat tradisional tersebut.
Skema Prosesi Utama Kenduri Sko
- Pengukuhan Gelar: Upacara adat untuk melantik atau menetapkan pemangku adat yang baru, seperti depati, ninik mamak, dan perangkat adat lainnya.
- Penurunan dan Pembersihan Pusaka: Ritual sakral mencuci dan membersihkan benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang. Di wilayah tertentu, seperti Tanjung Tanah, ritual ini juga mencakup pemandian Naskah Undang-Undang Tanjung Tanah. Naskah tersebut di kenal sebagai naskah Melayu tertua di dunia.
- Pesta Rakyat: Perayaan bersama yang melibatkan pemotongan kerbau, doa bersama, perarakan adat, pertunjukan kesenian tradisional seperti tari dan pencak silat, serta hiburan rakyat.
Edukasi Asal-Usul dan Buka Pintu Buat Peneliti
Luhah Rio Jayo Sungai Penuh menurunkan dan membersihkan benda pusaka yang tersimpan di Rumah Gedang Rio Jayo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh. Prosesi tersebut juga melibatkan masyarakat Rio Jayo.
Hal tersebut di jelaskan Ninik Mamak Rio Jayo, Rio Anshori. Di katakannya, rangkaian kegiatan penurunan benda pusaka telah di laksanakan pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Rio Jayo dari tiga buah perut. Para tengganai di Luhah Rio Jayo juga ikut berpartisipasi, jelas Rio Anshori, Kamis (2/7/2026).
“Sesuai kebiasaan nenek moyang, penurunan benda pusaka ini melibatkan Rio Jayo dari tiga buah perut. Prosesi ini juga diikuti Depati dari tiga buah perut, dunsanak batino dari tiga buah perut, serta para tengganai di Luhah Rio Jayo.
Selanjutnya, penyucian benda pusaka akan dilaksanakan pada Kamis sore (2/7/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat di Luhah Rio Jayo.”
“Insya Allah, sore ini kami melaksanakan penyucian benda pusaka. Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen di Luhah Rio Jayo,” kata Rio Anshori.
Di rencanakan, tambah Rio Anshori, sore ini setelah penyucian benda pusaka akan di lanjutkan dengan penjelasan mengenai benda-benda pusaka yang terdapat di Luhah Rio Jayo.
“Nanti juga akan di jelaskan mengenai benda pusaka tersebut, jadi kami membuka diri bagi masyarakat, ilmuan ingin melakukan penelitian untuk mengkaji benda pusaka yang terdapat di Luhah Rio Jayo,” himbau Rio Anshori.
Harapan untuk Masyarakat terutama Generasi Muda
Ia berharap seluruh masyarakat, khususnya warga Rio Jayo, dapat hadir pada sore hari ini. Kehadiran masyarakat di harapkan untuk menyaksikan sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai asal usul dan berbagai benda pusaka Rio Jayo.
“Kami berharap seluruh masyarakat bisa hadir di Luhah Rio Jayo sore ini. Mari bersama-sama menyaksikan dan mendengarkan penjelasan mengenai benda pusaka Rio Jayo,” tutupnya. (ell/wd)











Komentar