OKETRENDS.COM – Belanja online kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mulai dari berburu promo saat flash sale, checkout setelah melihat review influencer, hingga memanfaatkan layanan paylater, semuanya menjadi kebiasaan baru yang semakin umum ditemui. Perilaku belanja konsumen digital di Indonesia terus mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivitas belanja pun kini berlangsung di berbagai platform, mulai dari marketplace, media sosial, hingga aplikasi pembayaran digital. Data Bank Indonesia menunjukkan lebih dari 80% masyarakat Indonesia telah terbiasa melakukan transaksi secara digital.
Di balik kemudahan tersebut, muncul berbagai pola konsumsi baru yang menarik untuk dipahami. Sebab, kebiasaan berbelanja secara digital tidak hanya memengaruhi cara seseorang berbelanja, tetapi juga berdampak terhadap kondisi finansial hingga skor kredit.
Konsumen Digital Indonesia Terus Bertambah
Istilah konsumen digital mengacu pada masyarakat yang terbiasa mencari informasi, membandingkan produk, hingga melakukan transaksi menggunakan internet.
Kelompok ini tidak lagi didominasi anak muda. Orang dewasa bahkan kalangan yang sebelumnya lebih nyaman berbelanja secara konvensional kini mulai aktif menggunakan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meningkatnya akses internet menjadi salah satu faktor utama. Berdasarkan laporan DataReportal, Indonesia memiliki lebih dari 212 juta pengguna internet pada awal 2025 atau sekitar 74,6 persen dari total populasi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas digital sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk saat berbelanja.
Gen Z dan Milenial Jadi Penggerak Utama
Di antara seluruh kelompok usia, Generasi Z dan Milenial masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Kedua generasi ini tumbuh bersama perkembangan teknologi sehingga lebih cepat beradaptasi dengan berbagai inovasi digital.
Selain mengutamakan kepraktisan, mereka juga cenderung mengikuti tren yang sedang viral di media sosial.
Laporan Kredivo dan Katadata mencatat Gen Z bahkan menyumbang lebih dari 30 persen populasi produktif Indonesia, menjadikannya kelompok dengan aktivitas belanja digital paling tinggi.
Lebih Percaya Review daripada Iklan
Salah satu perubahan terbesar dalam perilaku konsumen digital adalah cara mereka menentukan pilihan produk.
Jika dulu iklan televisi menjadi sumber utama informasi, kini review pengguna dan rekomendasi influencer jauh lebih dipercaya.
Sebelum checkout, mayoritas konsumen akan membaca ulasan, melihat rating, hingga menonton video review di TikTok atau YouTube.
Brand yang mampu membangun transparansi serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang positif biasanya lebih mudah memenangkan kepercayaan konsumen.
Promo Masih Jadi Senjata Paling Ampuh
Meski kualitas produk penting, harga tetap menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat Indonesia.
Survei GoodStats menunjukkan sebanyak 34 persen konsumen Indonesia sangat sensitif terhadap harga. Sementara itu, 44 persen Gen Z dan 45 persen Milenial mengaku terdorong membeli produk karena promo atau potongan harga.
Itulah sebabnya program seperti 9.9, 10.10, 11.11 hingga 12.12 selalu berhasil menciptakan lonjakan transaksi dalam waktu singkat.
Banyak konsumen memilih segera checkout karena takut kehabisan promo atau stok produk yang terbatas.
Live Shopping Semakin Mengubah Cara Orang Belanja
Selain marketplace, live shopping kini menjadi salah satu cara belanja favorit masyarakat.
Platform seperti Shopee Live dan TikTok Shop berhasil menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif karena pembeli dapat melihat produk secara langsung, bertanya kepada penjual, hingga memperoleh promo eksklusif selama siaran berlangsung.
Survei Jakpat mencatat sekitar 87 persen pengguna e-commerce pernah mengikuti sesi live shopping, dan sebagian besar akhirnya langsung membeli produk yang sedang dipromosikan.
Fenomena ini membuat keputusan belanja menjadi jauh lebih spontan dibanding beberapa tahun lalu.











Komentar