
JAKARTA – Aksi demo mahasiswa di Thamrin, Jakarta Pusat, memasuki babak baru setelah aparat kepolisian membuka blokade pengamanan pada Jumat (12/6/2026) malam. Pembukaan akses tersebut membuat massa mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) yang sebelumnya tertahan selama berjam-jam mulai bergerak sambil melakukan dialog dengan aparat.
Pantauan di lokasi menunjukkan massa yang semula tertahan sejak sekitar pukul 14.30 WIB mulai bergerak pada pukul 20.15 WIB. Sebelum membuka akses, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung terlebih dahulu menemui peserta aksi di barisan depan untuk berdialog secara langsung.
Dialog Terkait Aspirasi Massa
Massa yang berada di barisan depan kemudian maju mendekati Kapolres untuk meminta penjelasan mengenai langkah pemerintah dalam merespons tuntutan mereka.
Dalam dialog itu, seorang peserta aksi meminta kepastian mengenai tindak lanjut aspirasi yang mereka sampaikan melalui aksi unjuk rasa.
“Kalau aspirasi seperti ini, nanti disampaikan tidak ke pemerintah, Pak?” tanya seorang peserta aksi kepada aparat di lokasi.”
Dalam kesempatan itu, Reynold terlihat berupaya mengajak massa berdialog sekaligus membujuk mereka agar tidak memaksakan diri menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang menjadi salah satu titik strategis di pusat ibu kota.
Massa Bergerak ke Arah Dukuh Atas
Tak lama setelah dialog berlangsung, Kapolres berjalan ke arah selatan menuju kawasan Dukuh Atas. Massa mahasiswa bersama pengemudi ojol yang tetap bertahan di lokasi selanjutnya mengikuti pergerakan tersebut.
Setelah pembatasan di jalur busway dicabut, massa demonstrasi kembali melanjutkan pergerakan. Sampai saat ini, mereka masih menuju Dukuh Atas dengan pendampingan dan pengamanan dari aparat kepolisian.
Kondisi tersebut menandai perubahan situasi dari sebelumnya yang berlangsung statis selama beberapa jam akibat pembatasan akses di sekitar lokasi aksi.
Diikuti Ratusan Mahasiswa dari Berbagai Kampus
Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa demonstrasi tersebut melibatkan sekitar 500 mahasiswa yang datang dari sejumlah kampus berbeda.
Selain mahasiswa Universitas Indonesia, demonstrasi juga melibatkan mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pancasila, Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri.
Pantauan di lokasi pada pukul 18.45 WIB menunjukkan bahwa mahasiswa dari IPB dan Universitas Pancasila berada di barisan paling depan massa aksi. Sementara itu, mahasiswa Universitas Indonesia yang mengenakan jaket kuning telah memutuskan mengakhiri aksi lebih awal dan kembali ke kampus.
Semangat Aksi Tetap Terjaga
Meski malam mulai tiba dan kondisi sekitar semakin gelap, peserta aksi tetap berupaya menjaga semangat demonstrasi. Mereka meneriakkan yel-yel serta menyanyikan sejumlah lagu perjuangan untuk mempertahankan solidaritas selama aksi berlangsung.
“Halo-Halo Bandung” dan “Maju Tak Gentar”. Lagu-lagu tersebut terdengar menggema di tengah barisan massa yang terus bergerak.
“Maju tak gentar, membela yang benar!” seru para mahasiswa secara bersama-sama.
Aksi yang melibatkan mahasiswa dan pengemudi ojol ini masih berlangsung hingga malam hari dengan pengawalan aparat. Situasi di lapangan terpantau kondusif meski massa terus bergerak menuju kawasan Dukuh Atas.
Penulis : ell
Editor : ell











Komentar