Kenapa Air Laut Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasannya

Air Laut Terus Menguap, Kok Tidak Pernah Habis? Ini Fakta Ilmiahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi

OKETRENDS.COMKenapa air laut gak pernah habis meski tiap hari terus menguap ke atmosfer? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak banyak orang. Secara logika, jika air laut terus berubah menjadi uap, seharusnya volumenya lama-kelamaan berkurang.

Tapi faktanya, lautan tetap ada dan bahkan mempertahankan jumlah airnya selama jutaan tahun. Hal itu terjadi karena Bumi punya sistem alami yang di sebut siklus hidrologi, yaitu proses daur ulang air yang berlangsung tanpa henti.

Menurut NASA, sekitar 97% air di Bumi berada di lautan. Karena itulah, laut menjadi komponen utama dalam menjaga keseimbangan air di planet ini.

Siklus Hidrologi Membuat Air Laut Terus Berputar

Siklus hidrologi adalah proses alami ketika air menguap dari permukaan laut menuju atmosfer, lalu mengembun menjadi awan sebelum balik lagi ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi.

Sebagian besar hujan tersebut langsung jatuh kembali ke laut. Sementara sebagian lainnya turun di daratan, mengalir melalui sungai dan akhirnya bermuara kembali ke laut. Inilah yang membuat jumlah air laut tetap terjaga meski terus mengalami penguapan.

Berdasarkan data US Geological Survey (USGS), hanya sekitar 10% uap air dari lautan yang terbawa angin menuju daratan dan kemudian turun sebagai hujan.

Baca Juga :  Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap, Dzikir Arab, Latin, dan Artinya

Laut Menjadi Pusat Perputaran Air di Planet Bumi

NASA menjelaskan bahwa penguapan, kondensasi, hujan, pembekuan, dan pencairan merupakan bagian dari siklus hidrologi yang berlangsung terus-menerus. Proses ini menghubungkan atmosfer, daratan, dan lautan dalam satu sistem yang saling berkaitan.

Laut memegang peran terbesar karena menyimpan hampir seluruh cadangan air di Bumi. Bahkan sekitar 78% curah hujan global terjadi di atas lautan.

Selain itu, sekitar 86% penguapan global juga berasal dari permukaan laut. Artinya, hampir seluruh proses peredaran air di Bumi bergantung pada keberadaan lautan.

Bukan Sekadar Menyimpan Air, Laut Juga Mengatur Iklim

Peran laut ternyata jauh lebih besar daripada sekadar menjadi tempat berkumpulnya air. Ketika air laut menguap, permukaan laut mengalami pendinginan sehingga mampu menyerap panas dalam jumlah besar.

Energi panas tersebut bantu suhu bumi jadi seimbang sekaligus mengurangi sebagian dampak pemanasan akibat meningkatnya karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya.

Selanjutnya, uap air yang terbawa atmosfer bakal ngebentuk awan. Ketika awan mencapai kondisi tertentu, air kembali turun sebagai hujan, sering kali di lokasi yang jauh dari tempat penguapannya.

Proses pengembunan itu juga melepaskan panas ke atmosfer. Pelepasan energi tersebut menjadi salah satu penggerak utama sirkulasi udara, terutama di wilayah tropis, sehingga berpengaruh pada pola cuaca di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  Fantasy Space Xi'an, Wisata Indoor Futuristik yang Lagi Hits

Berapa Banyak Air Laut di Bumi?

Mengutip Wonderopolis, para ilmuwan memperkirakan total cadangan air di Bumi mencapai sekitar 332.500.000 mil kubik.

Dari jumlah itu, sekitar 321.000.000 mil kubik, atau hampir 97 persen, berada di lautan dunia. Sisanya tersebar dalam bentuk air tanah, danau, sungai, gletser, hingga uap air di atmosfer.

Dengan cadangan air yang sangat besar serta siklus hidrologi yang terus berlangsung, air laut tidak pernah benar-benar hilang. Air hanya berpindah bentuk dan lokasi sebelum akhirnya kembali lagi ke lautan.

Air Laut Tidak Pernah Habis karena Selalu Didaur Ulang Alam

Meski setiap hari miliaran ton air laut menguap ke atmosfer, proses tersebut bukan berarti mengurangi jumlah air di lautan secara permanen.

Air yang menguap akan kembali ke permukaan Bumi sebagai hujan atau salju. Sebagian besar langsung jatuh ke laut, sedangkan sisanya mengalir melalui sungai hingga akhirnya bermuara kembali ke lautan.

Siklus yang berlangsung terus-menerus inilah yang membuat air laut tetap terjaga selama jutaan tahun. Dengan kata lain, air di Bumi tidak benar-benar hilang, melainkan terus berputar dalam sistem alami yang menjaga keseimbangan kehidupan di planet ini.

Berita Terkait

Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap, Dzikir Arab, Latin, dan Artinya
10 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati
5 Hewan Ini Bisa Bertahan Tanpa Makan Berbulan-bulan, Ada yang Hampir 2 Tahun
7 Profesi Masa Depan yang Diprediksi Makin Diburu, Nomor 3 Mulai Banyak Dicari
9 Kebiasaan Mengelola Uang yang Bikin Kamu Jadi Calon Kaya
Playing Victim saat Ditagih Utang, Tanda EQ Rendah?
Ikan Kakaktua, Penghasil Pasir yang Bisa Berganti Kelamin
Desa Nagoro Jepang Dihuni 350 Boneka, Ini Kisahnya
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap, Dzikir Arab, Latin, dan Artinya

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:30 WIB

10 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:53 WIB

5 Hewan Ini Bisa Bertahan Tanpa Makan Berbulan-bulan, Ada yang Hampir 2 Tahun

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:28 WIB

7 Profesi Masa Depan yang Diprediksi Makin Diburu, Nomor 3 Mulai Banyak Dicari

Senin, 20 Juli 2026 - 08:13 WIB

9 Kebiasaan Mengelola Uang yang Bikin Kamu Jadi Calon Kaya

Berita Terbaru

Jadwal Sholat Kota Sungai Penuh Juli 2026 Lengkap, Simak Waktu Salat Lima Waktu

Uncategorized

Jadwal Sholat Kota Sungai Penuh Juli 2026 Lengkap

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB

Choi Khyun Wook

Lifestyle

Drama Choi Hyun Wook Paling Populer, Sudah Nonton Semua?

Senin, 27 Jul 2026 - 04:00 WIB