OKETRENDS.COM – Hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan di Kabupaten Kerinci menyebabkan banjir merendam ruas Jalan Nasional di Desa Simpang Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Rabu (17/6/2026) sore. Genangan air yang cukup tinggi mengganggu aktivitas warga dan arus transportasi di jalur tersebut.
Banjir tidak hanya menutupi badan jalan, tetapi juga masuk ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi.
Akibat genangan yang meluas, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang. Untuk menghindari risiko bagi pengguna jalan, kendaraan sementara di arahkan melalui jalur alternatif hingga kondisi di nilai aman untuk di lalui.
Drainase Belum Mampu Menampung Debit Air
Peristiwa banjir di kawasan Simpang Belui bukan kali pertama terjadi. Warga setempat menyebut genangan kerap muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah perbukitan dan area persawahan di sekitar lokasi.
Derasnya aliran air yang turun dari daerah lebih tinggi membuat saluran drainase yang ada tidak mampu menampung volume air secara maksimal. Akibatnya, air meluap dan menggenangi jalan nasional yang menjadi jalur penghubung penting bagi masyarakat.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada kelancaran akses transportasi.
Pengendara Di minta Tingkatkan Kewaspadaan
Pengguna jalan yang melintasi kawasan Simpang Belui di imbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Pengendara di sarankan mengurangi kecepatan dan mematuhi arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas.
Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar daerah rawan genangan di minta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan. Langkah antisipasi di nilai penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas drainase dan pengelolaan aliran air di kawasan rawan banjir. Dengan infrastruktur yang memadai, dampak genangan terhadap aktivitas masyarakat di harapkan dapat di minimalkan pada masa mendatang. (ell)
Penulis : ELL
Editor : ELL











Komentar