SUNGAI PENUH, OKETRENDS.COM – Di era media sosial yang serba cepat, masyarakat di minta untuk lebih cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pesan itu di sampaikan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, saat menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/06).
Menurut Azhar, ancaman radikalisme saat ini tidak hanya datang dari dunia nyata. Sebaliknya, penyebarannya juga bisa terjadi lewat media sosial yang digunakan hampir setiap hari oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Jangan Langsung Percaya Informasi di Medsos
Dalam kesempatan tersebut, Azhar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di internet. Apalagi jika informasi tersebut belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Kita harus memperkuat pengawasan dan literasi media sosial. Dunia digital kita harus sehat,” ujar Azhar Hamzah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi. Dengan begitu, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang mengandung ajakan kekerasan bisa diminimalkan.
Semua Pihak Harus Ikut Bergerak
Acara ini juga di hadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari Bhabinkamtibmas, camat, hingga kepala desa dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Selain itu, hadir pula Kastagaswil Densus 88 AT Polri Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., jajaran Forkopimda, serta Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, M.Si.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta di ajak menyamakan persepsi dalam menghadapi ancaman intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan masyarakat.
Tokoh Agama dan Adat Punya Peran Besar
Selain literasi digital, Azhar juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dan tokoh adat. Menurutnya, mereka memiliki pengaruh kuat dalam membangun suasana yang damai dan saling menghormati di tengah masyarakat.
Lewat dakwah, pembinaan sosial, dan pendekatan budaya, nilai toleransi dapat terus di tanamkan kepada generasi muda. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Jaga Persatuan, Mulai dari Lingkungan Terdekat
Di akhir sambutannya, Azhar mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan sejak usia dini.
Menurutnya, menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan. Sebaliknya, semua elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan nyaman bagi semua.
“Kalau kita kompak, saling menghargai, dan bijak menggunakan media sosial, maka paham radikal tidak akan punya ruang untuk berkembang di tengah masyarakat,” pesannya. (ELL)











Komentar